Menyikapi Perjodohan Weton (Zodiak)

Dikalangan orang jawa, kebudayaan memang sudah melekat di hati, kejawen dan ajaran peninggalan leluhur sudah mengurat dalam tubuh di hampir seluruh orang jawa. Mungkin saja bukan orang jawa saja yang sudah menjadi bagian dari sebuah kebudayaan leluhur.

Salah satunya adalah adanya perjodohan menggunakan WETON, Weton diambil dari kata wetu atau metu yang artinya keluar, secara maknawiyahnya adalah hari kelahiran. dalam kebudayaan  jawa kita sering mendengar istilah weton yakni melihat watak, nasib dan kecocokan hasi pasangan seseorang berdasarkan hari lahirnya (wetonnya). Di indonesia weton dianggap tabu karena berbasis klenik, sehingga penggantinya adalah ZODIAK. pada dasarnya gak ada bedanya zodiak maupun weton, yang membedakan weton adalah peninggalan budaya leluhur dan zodiak peninggalan orang luar.

Pada halaman Tutorial Free admin memberikan sebuah hitungan sederhana dan kecocokan berdasarkan kelahiran, halaman ini bisa diakses oleh member saja, dan untuk menjadi member cukup mendaftar gratis.

Pertanyaannya… bagaimana menyikapi weton dalam perjodohan dan kehidupan sehari hari. Karena bagi yang mempercayai semua yang di uraikan mulai karakter, sifat dan sebagainya hampir benar adanya.

Untuk menjawab hal itu kembali kepada asalnya, semua sudah di tentukan oleh Alloh SWT. Weton merupakan ilmu, dan ilmu juga hakikatnya milik Alloh, jadi… bagi yang mempercayai keberadaan weton sandarkan semuanya kepada syari’at agama, sedangkan yang tidak mempercayai akan adanya weton silahkan itu hak anda.

Namun  untuk menyikapi hal ini sebaiknya kita memegang semboyan berikut  kita boleh tidak mempercayai adanya weton tetapi JANGAN KITA MEREMEHKAN WETON dengan menentang secara mentah mentah hasil perhitungannya TETAPI JANGAN JUGA TERLALU MEMPERCAYAI secara mentah mentah ramalannya.

Semua pengetahuan yang ada di dunia ini adalah ilmu, dan ilmu itu hanya milik Alloh hanya saja di temukan oleh siapa itu yang menjadi misteri, weton mungkin waktu itu di berikan kepada orang jawa, sedangkan zodiak di berikan bagi orang barat.

Setiap  ilmu yang di turunkan selalu memiliki efek positif dan negatif bagi sekitarnya, mungkin saja sifat dan karaker hitungan weton hanya cocok bagi kalangan orang jawa tetapi tidak cocok dengan orang luar, begitu juga sebaliknya, karena bagaimanapun juga, ilmu di turunkan kedalam suatu golongan, disesuaikan dengan kondisi golongan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website