Get Adobe Flash player

ilmu-ghaib

Benarkah Tindihan Ulah Mahluk Halus? Faktanya sangat mengejutkan

Mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata Tindihan / Rep repan. yaitu fenomena dimana kita tidur terasa susah untuk bangun. Ya… mungkin diantara kita sering atau pernah mengalami tentang tindahan ini.

Namun apakah fenomena tindihan ini ada kaitannya dengan makhluk halus?

Mungkin saja artikel dibawah ini bisa sedikit membuka wawasan kita tentang tindihan.

Tindihan dalam bahasa jawa dikenal dengan rep repan yaitu sebuah fenomena dimana ketika kita tidur, dan mengakibatkan susah untuk bangun, dalam satu versi bahwa tindihan ini akibat ulah makhluk halus yang menduduki kita ketika sedang tertidur lelap, sehingga ketika kita ingin bangun sangat susah, seolah olah tubuh ini ada yang menghimpit.

Tapi benarkah tindihan ini akibat ulah makhluk halus?. Jawabannya tergantung dari segi mana sudut pandang anda, tergantung keyakinan anda. Namun yang perlu di pahami bahwa fenomena tindihan ini bisa di jelaskan secara psikologi.

Ketika kita tertidur tubuh ini melakukan relaksasi untuk meng-istirahatkan fisik, pikiran dan juga hati. Jadi ketika kita tidur tidak hanya menidurkan raga saja tetapi pikiran dan hati juga ikut istirahat dalam bekerja.

Ada suatu masa dimana tubuh mengalami kelelahan dalam bekerja dan memerlukan untuk istirahat, sedangkan otak kita masih sangat aktif, sehingga ketika kita tertidur yang seharusnya seluruh komponen tubuh ikut tidur, tetapi tidak tertidur seluruhnya, maka terjadinya bentrok pergolakan antara fisik yang ingin beristirahat dengan fikiran yang ingin bekerja.

Sehingga terjadinya fenomena tindihan, dimana fisik sangat kelelahan dan ingin tidur, tetapi otak masih aktif dan ingin bekerja. Sederhananya otak sedang berfikir namun tubuh tertidur, otak berfikir membutuhkan kinerja fisik karena fisik masih tertidur terjadilah tarik ulur, antara tidur dan sadar. Karena tidak menemukan keseimbangan jadilah setengah tidur setengah sadar, sehingga terasa tubuh sangat berat untuk bangun yang mana seolah olah di tindih oleh mahluk halus segede gaban

Lantas bagaimana caranya agar fenomena setengah tidur ini bisa diatasi?. Jawabannya adalah relaks / pasrah, kendorkan seluruh otot tubuh agar rileks sehingga dapat menerima sinyal otak, wal hasil tubuh akan segar kembali dan anda-pun insya Alloh terbangun dari tidur.

Untuk menghindari terjadinya tindihan atau rep repan, disarankan sebelum anda tidur jangan melakukan kegiatan yang sangat berat yang bisa mempengaruhi kinerja otak maupun fisik, contohnya setelah bekerja fisik kerja keras badan sangat latih langsung tidur, hal ini menyebabkan otak masih bekerja tetapi fisik kelelahan, atau sebaliknya sebelum tidur fikiran di forsir untuk berfikir keras setelah itu langsung tidur, hal ini menyebabkan otak kelelahan tetapi fisik belum letih.

Di usahakan sebelum tidur, disarankan menenangkan fikiran dan fisik terlebih dahulu dengan cara meditasi sebentar, atau mengatur nafas untuk menstabilkan otak dengan fisik agar sama sama rileks sebelum berangkat tidur, atau dengan cara islami yaitu berwudhu lalu solat sunnah sebelum tidur

Air Sebagai Sarana Pengobatan? Apa bener bisa? Simak Ulasannya

Mungkin anda pernah bertanya, kenapa paranormal, kyai atau praktisi spiritual dalam melakukan aktifitasnya seperti pengobatan, pengisian atau bahkan menetralisir rumah angker kebanyakan menggunakan air.

Mengapa harus air?
Air merupakan alat penetralisir alami secara universal, air lambang kehidupan segala kehidupan di dunia diawali dengan air, manusia 90% terdiri dari air, bumi bisa menumbuhkan pohon juga membutuhkan air, begitu juga api bisa dipadam kan dengan air.

Lantas apa hubungannya air dengan dunia metafisika?
seperti yang sudah admin jelaskan diatas, air merupakan alat penetralisir universal bisa di pakai dalam hal apa saja seperti membuka aura, pengisian, pengobatan dan sebagainya.

Disamping itu juga air memiliki kehidupan yang bisa mendengar dan beraksi sesuai apa yang kita inginkan, menurut artikel yang pernah admin baca, Dr Masaru Emoto dari negri matahari terbit telah meneliti seluk beluk tentang air.

Dengan menggunakan mikroskop canggih dengan kemampuan photograpy yang tinggi. Dokter yang satu ini telah menemukan bagaimana ekspresi air ketika sebelum membaca doa dan setelah membaca doa.

Sebelum kita membaca doa, ekspresi air terlihat contrast, seperti air yang tercemar atau sang air terlihat seperti menyangkal, dengan bentuk yang tidak simetris dan warna yang redup

Setelah kita membaca doa ekpresi sang air akan sangat berbeda. Bentuknya akan terlihat sangat indah, bagaikan kepingan salju yang sedang jatuh, dan dia terlihat seperti sedang menyukai sesuatu yang telah kita ucapkan, yaitu doa kita.

Oleh karena itu kita dianjurkan berdoa sebelum meminum air.karena dengan begitu ekspresi air akan berubah menjadi indah dan pastinya akan lebih membawa kebaikan bagi tubuh.

Ketika dibacakan doa kesembuhan, dan do’a lain :


Ketika diputarkan musik symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga :


Ketika diputarkan musik metal / rock atau musik cadas (kristal pecah) :


Setelah itu ditunjukkan kata ”malaikat” : terbentuk rantai dg kristal hexagonal yg indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukan kata “setan”, kristal berbentuk buruk dg bola api ditengah (gambar kanan).

 

Dari sini bisa di yakini bahwa dalam menyembuhkan penyakit, mengisi energi, menetralisir ghaib, sarana air merupakan sarana yang paling cocok, karena air akan bereaksi dan membentuk sebuah kristalisasi sesuai dengan energi dan do’a yang kita salurkan

Apa bisa berkomunikasi dengan mahluk halus? anda akan kaget dengan penjelasannya

khadam ilmu ghaib

Banyak pelaku ghaib atau para pencari ilmu ghaib terlebih mereka yang hanya mengetahui ghaib dari sebatas membaca tulisan atau mendengar ucapan temannya, berfikiran bahwa komunikasi ghaib itu sama seperti komunikasi layaknya manusia. Jika anda membaca artikel ini itu berarti anda adalah sama seperti orang awam pada umumnya yang berfikiran bahwa khadam atau makhluk halus bisa diajak komunikasi layaknya seperti kita komunikasi dengan sesama manusia.

Pertanyaannya, bisakah saya berkomunikasi dengan khadam atau mahluk halus?

Bisa. Jika anda memahami caranya, maka anda bisa berkomunikasi maupun melihat ghaib. Akan tetapi…. perlu anda pahami bahwa melihat dan berkomunikasi dengan ghaib tidaklah sama layaknya kita berkomunikasi dengan sesama (manusia). Jika anda telah membaca artikel sulitkah mempelajari ilmu terawangan maka anda akan mengerti, sebab pada dasarnya komunikasi ghaib atau komunikasi dengan mahluk halus berbanding lurus (sama saja) dengan terawangan

Mengapa demikian?

Sudah sangat jelas bahwa ghaib atau khodam (dengan kata lain jin) merupakan makhluk yang di ciptakan dari api sedangkan manusia tercipta dari tanah. Dari segi unsur penciptaan sudah sangat jelas api adalah sifat astral tidak bisa di pegang kecuali anda memegang korep api, atau kayu yang sedang terbakar itupun anda memegang kayunya dan bukan apinya. Sedangkan tanah anda bisa memegang tanah apa adanya tanpa bantuan apapun

Jika demikian itu berarti bahwa ketika anda melihat khadam maka anda tidak bisa melihat layaknya manusia, karena khadam tercipta dari (inti) api, jadi untuk bisa melihatnya dibutuhkan spiritual batin atau ketenangan batin dan juga pemahaman akan ghaib, barulah anda akan mampu menangkap wujud ghaib melalui mata batin yang umum di kenal dengan terawangan

Setara dengan melihat ghaib melalui terawangan, komunikasi dengan ghaib pun sama anda tidak bisa komunikasi layaknya komunikasi kepada manusia, meskipun anda bisa melihat ghaib belum tentu anda bisa berkomunikasi dengan mereka, sebab dari segi struktur tubuh jelas sangat berbeda. Manusia komunikasi dengan menggunakan struktur pita suara dan tengorokan lalu di ucapkan melalui mulut, sedangkan ghaib mereka tidak memiliki pita suara.

Jadi bagai mana bisa komunikasi dengan ghaib? untuk bisa komunikasi dengan ghaib tentunya dengan ilmu terawangan dan lagi lagi jawabannya adalah spiritual batin / ketenangan batin dan pemahaman akan ghaib.

Lalu bagaimana menguasai terawangan? untuk langkah sederhanya adalah “ketenangan” ya.. ketenangan fikiran, fisik dan hati adalah dasar utama belajar ilmu terawangan, selanjutnya adalah nafsu. Keterburu buruan ingin cepat menguasai ilmu terawangan adalah pangkal kegagalan, karena ilmu terawanagn bukan seperti ilmu kanuragan hanya dengan membaca mantra, puasa lalu jadilah, akan tetapi ilmu terawangan adalah spiritual, dan spiritual berhubungan dengan hati dan hati tidak akan bisa menangkap gelombang mikro yang sangat halus (baca wangsit) kalau hati tersebut tertutup kotoran yang berwujud nafsu (ketergesah gesahan)

Jadi…. apakah anda selama ini gagal dalam belajar terawangan? jika iya apakah penyebabnya gara gara terlalu ingin bisa menguasai sehingga tidak sabaran ingin menguasai terawangan? jika memang iya saran bagi yang sudah bisa terawangan adalah “hilangkan keinginan untuk mengejar ilmu terawangan, dan mulailah berfikir bijak, bersihkan hati dari nafsu, ikuti aliran layaknya air, tenangkan pikiran, hati dan jiwa raga” jika anda sudah bisa mengendalikan kesemua itu. Insya Alloh anda akan berhasil belajar ilmu terawangan dan menangkap firasat ghaib

Lalu bagaimana dengan mereka yang pernah melihat penampakan?

Mereka yang pernah melihat penampakan adalah suatu kebetulan, kenapa dibilang kebetulan? karena itu sifatnya tanpa kesengajaan “pas si ghaib menampakkan diri”. dan yang namanya kebeutan tidak terjadi setiap kita inginkan, tidak akan terjadi setiap waktu.

Ada alasan kenapa makhluk halus menampakkan diri, bisa jadi karena ghaib tersebut ada maksut tertentu seperti memberi isarat, bisa jadi karena waktu itu tanpa sengaja ghaib melompat dari alam astral ke alam manusia di waktu ada manusia, dan lain sebagainya

Satu hal yang pperlu di ketahui, ketika makhluk halus menampakkan diri ke alam manusia, mereka kondisinya dalam keadaan lemah, sebab di butuhkan energi besar bagi bangsa ghaib (jin) untuk transform dari alam jin ke alam manusia, dan itupun ada resikonya, resikonya adalah jika dia masuk ke alam jin maka hukum alam yang berlaku adalah hukum manusia, sehingga terjadi kasus kenapa ada makhluk halus seperti pocongan di masukkan botol dan bisa di foto dan dilihat mata, tuyul masuk botol bisa dilihat mata dan sebagainya.

Itulah satu alasan kenapa setiap penampakan makhluk halus, mereka (MG) tidak bisa lama lama di alam manusia, rata rata hanya kedipan mata lalu menghilang seperti sebuah fenomena antara hayalan, imajinasi dan penampakan.

So… sudah faham bukan kenapa ghaib tidak bisa dilihat mata? nah……………………. sekarang tergantung opini anda menyikapinya, karena ini berhubungan dengan hati bukan pikiran atau sesuatu yang bisa di nalar oleh logika tetapi sesuatu yang bisa diyakini sebagai bentuk keimanan.

Sulitkah Menguasai Terawangan? Jawabannya di luar dugaan

Bagi mereka yang belajar ilmu ghaib, menguasai ilmu terawangan adalah impian, cita cita, tujuan utama dari segala inti ilmu yang di pelajari, sebab ilmu terawangan (ilmu teropong) di percaya bisa menembus alam ghaib, alam astral, alam tak kasat mata, mampu di gunakan untuk melanglang buana ke alam ghaib (merogo sukmo) serta mampu di gunakan untuk melihat masa lampau bahkan masa yang akan datang (ramalan masa depan).

Namun yang menjadi pertanyaan bagi mereka yang ingin belajar ilmu ghaib atau mereka yang baru pertama kali belajar ilmu ghaib (pemula), sulitkah menguasai ilmu terawangan? jangan jangan ilmu ini sangat sulit di kuasai?

Untuk menjawab hal ini, terlebih dahulu admin menceritakan pengalaman admin belajar ilmu terawangan. Tahun 2001 tepatnya admin belajar ilmu terawangan, sebenarnya tidak ada niatan admin belajar tentang dunia supranatural atau belajar ilmu ghaib, namun waktu itu di suruh sama sepupu untuk meminta ilmu kepada temannya yang di kenal sakti yang bernama adalah Ronggo Warsito. Atas desakan saudara, admin pun meminta ilmu yang di sarankan sama saudara yaitu ilmu terawangan, dari komunikasi yang di jelaskan ke admin ilmu ini harus di puasai selama 3 hari sebanyak 3x (sembilan hari), setelah puasa harus melakukan syukuran bubur serta jajan pasar tradisional.

Singkat kata semua sarat sudah admin jalankan, hingga waktunya mencoba ilmu terawangan atau ilmu rogo sukmo yang kata saudara ilmu ini bisa di gunakan sebagai ilmu melihat alam ghaib dan melanglang buana. Waktu dan tempat sudah di tentukan yaitu jam 9 malam di kamar sendirian, lampu di matikan hanya di terangi lampu lilin agar tidak terlalu gelap di kamar sendirian (takut tau, kan masih pemula) 🙂

Duduk bersila, posisi meditasi, komat kamit baca mantra, lalu mulai mengatur nafas…… semenit waktu berlalu, belum terjadi apa apa, lima belas menit berlalu mulai sedikit ada rasa kesemutan di kaki, dua puluh menit…. mulai terjadi sesuatu… kepala terantuk alias mengantuk, 25 menit kemudian selesai dengan hasil kaki kesemutan plus mata jadi mengantuk, hari pertama gagal praktek terawangan

Esoknya (hari kedua) admin belajar mempraktekkan lagi sesuai arahan sang guru, duduk bersila seperti malam sebelumnya, lima belas menit sudah lewat belum terjadi apa apa, dua puluh menit kaki mulai kesemutan, tiga puluh menit kemudian berhasil….. membuat kaki benar benar kesemutan sampai gak bisa berdiri, hari kedua gagal lagi 🙂

Hari ketiga di coba lagi, hasilnya pun sama sampai lima kali belajar mempraktekkan ilmu terawangan hasil yang di dapat adalah kegagalanm admin tidak memahami apa itu terawangan, tidak memahami apa itu astral projection, apa itu menjelajah alam ghaib dan definisi lainnya, yang di pahami admin waktu itu “dengan terawangan kita bisa kelayapan di dunia jin, atau dunia nyata tanpa batas waktu” tetapi yang tidak di pahami adalah “pemahaman tentang terawangan itu sendiri”

Akibat kegagalan ini akhirnya admin berhenti belajar ilmu terawangan atau ilmu ghaib sama sekali, dan menjadi manusia normal, hingga sampai admin bertemu sosok Wonkaneh di tahun 2004 (3 tahun kemudian) yang mengantarkan admin menjadi manusia normal menjadi paranormal 🙂

Seperti sebuah pepatah “lain orang, lain ilalang” lain orang lain pemahaman, lain orang lain cara pemikiran. Jika Ronggo Warsito bisa menjelaskan ilmu yang akan di peajari begini begitu, berbeda dengan Wonkaneh kala itu sama sekali tidak bisa menjelaskan apa itu terawangan, apa itu kepekaan dan definisi cabang ilmu ghaib lainnya, yang di pahami Wonkaneh hanya kalimat “ayo melekan, ayo ritual, ayo semedi”

Begitupun cara Wonkaneh mengajarkan ilmu ghaib kepada admin, sama sekali tidak menjelaskan caranya, yang penting “ayo melekan di kebon”, saat diajak melekan inilah wonkaneh membantu admin dengan “caranya yang aneh, yang tidak di jelaskan sama sekali” yang penting admin di suruh merem meditasi, gak boleh mikir apa apa dan tentunya harus tenang, hingga akhir meditasi admin di tanya “sewaktu meditasi tadi lihat apa, mengalami kejadian apa?”

Ya…. dari situlah pemahaman admin tentang ilmu terawangan mulai terbuka, hingga akhirnya admin mampu menguasai ilmu terawangan (meskipun gak sejago wonkaneh) setidaknya admin memahami satu hal. MEMPELAJARI ILMU TERAWANGAN ITU SANGAT SULIT JIKA TIDAK MEMILIKI PEMAHAMAN TENTANG ALAM GHAIB ITU SENDIRI, NAMUN JIKA MAMPU MEMAHAMI ALAM GHAIB ILMU TERAWANGAN ITU SANGAT MUDAH DI KUASAI, kenapa begitu? sebab pengalaman admin belajar di Ronggo Warsito admin mengalami kegagalan walaupun sudah melakukan puasa sesuai petunjuk tetapi pemahaman admin tentang ghaib itu sendiri NOL, hanya memahami dari ucapan saudara serta artikel di majalah.

Sedangkan ketika belajar dengan wonkaneh, admin tidak di jelaskan tentang terawangan tetapi di tunjukkan secara langsung apa itu ghaib, apa itu dunia ghaib, melalui ritual dan meditasi langsung, dari pengalaman itulah admin mendapatkan pemahaman melalui pengalaman langsung, sehingga admin bisa menjelaskan proses mempelajari terawangan bagi pemula yang tidak memiliki basic sama sekali.

Kesimpulannya :

Ilmu gaib itu sulit tetapi bukan berarti mustahil, semua orang yang memiliki status paranormal pada awalnya mereka adalah newbie atau pemula yang sama seperti manusia pada umumnya. Keturunan, indigo atau bakat bukanlah sarat utama menguasai ilmu ghaib, tetapi yang utama adalah “kemauan untuk bisa dengan cara belajar

Cara Menghitung Neptu Perjodohan

Mungkin sudah banyak yang membahas masalah hitungan perjodohan jawa ini, baik di forum dan di website lain dan hampir semua isinya sama, namun kali ini majapahitsakti membuat perhitungan perjodohan jawa versi majapahitsakti sendiri, dan inilah yang biasa kami gunakan untuk menghitung jodoh teman teman yang meminta bantuan ke majapahitsakti.

Mungkin tak sedikit yang mengatakan ini bid’ah tidak sesuai aturan agama dan bla bla bla, terserah apa opini anda, bagi kami perhitungan neptu / perjodohan jawa merupakan ilmu pengetahuan, yang di ciptakan berdasarkan penelitian dan pengalaman selama bertahun tahun, dan bukan asal main tebak sana sini tanpa sebuah penelitian.

Tidak ada salahnya toh mempelajari ilmu perjodohan jawa, siapa tahu dengan kita belajar ilmu ini kita semakin berhati hati dalam menentukan jodoh dan semakin mengagungkan kekuasaan Tuhan YME bahwa ilmu itu tidak sebatas science dengan berbagai macam peralatan teknologi .

Pesan kami, jika anda atau keluarga anda mendapati perhitungan perjodohan jawa ini sesuai apa yang kami jelaskan, mohon ditanggapi dengan hati dan pikiran terbuka, dan jika bagi anda mendapati perhitungan ini salah, anggap saja ini sebagai wacana semata.

Sebelum anda mengikuti petunjuk perhitungan jodoh ini, silahkan download file excell di sini silahkan masukkan tanggal lahir anda maka anda akan mengetahui hari apa anda lahir, dan pasaran neptu anda. Jika anda sudah tahu silahkan ikuti petunjuk di bawah ini

Neptu hari          Pasaran
Mingggu : 5          Legi : 5
Senin : 4              Pahing : 9
Selasa : 3            Pon : 7
Rabu : 7               Wage : 4
Kamis : 8             Kliwon : 8
Jum’at : 6
Sabtu : 9

Jika anda dilahirkan pada Hari Sabtu Pahing, dan Istri Anda Selasa Kliwon maka perhitungannya demikian :
Sabtu = 9    Pahing = 9 => 9+9 = 18
Selasa = 3   Kliwon = 8 => 3+8 =11
Hiitung  : 18 + 11 = 29
Jumlah neptu anda dan pasangan anda adalah 29, silahkan di kurangi kelipatan 7 untuk melihat hasilnya.

Contoh  1 :
Jumlah neptu = 29
Di kurang kelipatan 7
7 + 7 + 7 +7 = 28
29 – 28 = sisa 1 (Tunggak Semi)

Contoh 2 :
Laki laki : Lahir Minggu Pon (Minggu = 5, Pon = 7) = 12
Perempuan : Lahir Minggu Pon (Minggu = 5, Pon = 7) = 12
Kasus sama sama lahir hari yang sama dan pasaran yang sama
Jumlah neptu : 12 + 12 = 24
Di kurangi kelipatan 7.
7 + 7 + 7 =  21
24 – 21 = 3 (sisa 3) (Lumbung Gemuling)

Jika jumlah neptu anda dan pasangan anda di kurangi kelipatan tujuh bertemu :
1 = Tunggak Semi
2 = Pisang Pinugel
3 = Lumbung Gemuling
4 = Sanggar Waringin (tuntunane kebo girang)
5 = Pedaringan Kebak
6 = Satria Lelaku
7 = Pandhita Mukti

Maka prediksi hasil perhitungan tersebut bisa di lihat di bawah ini.

1. Tunggak Tan Semi :
Tunggak = Tonggak  Tan = yang Semi = Berkembang
Artinya, jika neptu anda dan pasangan anda akan mendapatkan rizki yang kontinue, meskipun bersifat boros tetapi akan senantiasa mengalir rizkinya. Ibarat sebuah pohon yang di tebang pagi hari dan tinggal kayu saja (tonggak) maka sorenya akan berkembang lagi

2. Pisang Pinugel :
Pisang pinunggel artinya mati secara maknawi, jika bukan yang laki laki maka yang perempuan akan meninggal duluan, jika bukan orang tuanya mungkin anaknya, jika tidak mungkin hartanya yang akan mati (seret rizkinya)

3. Lumbung Gemuling :
Lumbung (tempat beras) akan terguling dengan maksud akan habis hartanya, dengan kata lain akan melarat

4. Sanggar Waringin (tuntunane kebo girang)
Orang yang menikah neptunya bertemu sanggar waringin akan sering terjadi pertengkaran atau cekcok di keluarganya, sebagai tebusannya kedua mempelai disarankan untuk melakukan nikah ulang (ngenyari nikah / memperbarui nikah) setiap tahunnya kalau bisa selama 9x, 7x, 5x, minimal 3x setiap tahunnya

5. Pedaringan Kebak :
Senantiasa akan berkecukupan dan tidak kehabisan rizki di keluarganya

6. Satria Lelaku :
Satria lelaku merupakan simbol sebuah perjalanan seseorang yang tiada habisnya, dengan kata lain orang yang menikah bertemu neptu ini, hidupnya serba salah, benar di omong orang, salah di omong orang

7. Pandhita Mukti :
Banyak omong, terlalu tinggi bahasanya, tetapi tak ada bukti (tong kosong nyaring bunyinya)

setelah anda mengetahui neptu perjodohan anda, maka selanjutnya adalah memilih hari baik untuk melangsungkan pernikahan 

Silahkand download perhitungan weton disini

Menentukan Hari Baik Pernikahan

Dalam dunia jawa segala sesuatu di dunia ini memiliki filosofi yang sangat dalam, sehingga wajar saja orang jawa yang menjaga warisan leluhu selalu mengikuti pakem yang sudah di turunkan turun temurun sejak jaman dahulu, hal ini di karenakan pakem tersebut menganduk makna filosofi yang jika di kaitkan dengan metafisika memiliki dampak positif maupun negatif, sehingga setiap unggah ungguh tindak tanduk atau perbuatan di sesuaikan dengan pakem atau aturan yang telah ada.

Begitu juga dalam hal pernikahan, tidak perduli jaman sudah secanggih seperti ini dimana segala jenis elektronik dan kecanggihan dunia meraja lela, pernikahan dalam tradisi jawa senantiasa mengikuti pakem, mengikuti warisan petuah jaman dahulu, dimana dalam menentukan pernikahan di sesuaikan dengan neptu mempelai, waktu dan bulan pernikahan.

Dalam kalender jawa yang di gunakan oleh para ahli ilmu jawa, hitungan bulan hampir sama dengan kalender Hijriyah milik orang islam, tetapi yang membedakan adalah Kalender jawa untuk menentukan awal bulan selalu tetap yaitu antara jam 17:00 – 18:00 sedangkan Hijriyah untuk menentukan awal bulan atau tanggal 1 selalui menunggu Hilal / Hisab.

Dalam menentukan bulan perkawinan atau Menentukan Hari Perjodohan sebaiknya kita memilih bulan bulan berikut :

Jumadil Akhir, Rojab (Rejeb), Ruwah (Asyura) dan Besar (Dzul Hijjah)

Karena bulan tersebut sangat cocok untuk melakukan pernikahan. Adapun untuk menentukan hari yang baik atau Menentukan Hari Perjodohan anda bisa memilih sesuai yang anda sukai, namun jika anda menginginkan pemahaman dan sugesti yang kuat berdasarkan hasil perhitungan ala majapahitsakti. Silahkan simak berikut ini.

Sebelum anda menentukan hari yang baik diantara bulan empat diatas (Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah dan Besar) sebaiknya anda mengetahui dulu perhitungan neptu pasaran anda dan pasangan anda. Setelah anda mengetahui neptu perjodohan anda, silahkan membaca artikel ini lebih lanjut.

Contoh Mencari Hari Pernikahan / Menentukan Hari Perjodohan :
Jika anda dilahirkan pada Hari Sabtu Pahing, dan Istri Anda Selasa Kliwon maka perhitungannya demikian :
Sabtu = 9    Pahing = 9 => 9+9 = 18
Selasa = 3   Kliwon = 8 => 3+8 =11
Hiitung  : 18 + 11 = 29 (jumlah neptu anda)

Ditambah neptu hari anda melangsungkan pernikahan, Contoh Anda Ingin Melakukan Akada Nikah Pada Selasa Wage

Selasa = 3
Wage = 4
3 + 4 = 7

Jadinya Neptu anda 29 + 7 (hari akad nikah anda) = 36
Total neptu 36 tadi silahkan di kurangi :
9 = Wali (wali tanah jawa adalah 9), dikarenakan setiap pasangan (suami dan istri) memiliki wali (orang tua), maka wali ini porsinya 2, yaitu 9 + 9 = 18
7 = Hari kehidupan selama 1 minggu
5 = Jumlah pasaran (pon, wage, kliwon, legi dan pahing)
3 = Proses kehidupan manusia (alam kandungan, alam dunia dan alam kematian)

Hitung :
36 – (9 + 9) = 18
18 – 7 = 11
11 – 5 = 6
6 – 3 = 3
Dikarenakan masih ada 3 maka, 3 ini di kurangi lagi dengan 3, jadinya
3 – 3 = 0

Prediksinya Jika sisa :
0 = hidupnya boros, rizkinya sering habis oleh keluarganya
1 = hidunya boros, rizkinya sering dihabiskan oleh salah satu pasangan, jika bukan suaminya ya istrinya
2 = hemat dan pandai menabung, karena masing masing pasangan mendapatkan bagian rizki serta pandai mengatur keuangan

Apalah Arti Sebuah Nama? Menguak Keberatan Nama

keberatan nama sesuai aksara jawa

Nama adalah sebuah do’a atau harapan orang tua terhadap sang anak, sehingga tidak heran orang tua mendoakan sang anak melalui nama yang disematkan padanya. Jadi… omong kosong dengan pribahasa “apalah arti sebuah nama” itu hanyalah ungkapan nyeleneh orang lagi mabuk kelas berat :), sebab setiap nama memiliki arti, makna, harapan dan do’a orang tua terhadap sang anak, tidak ada ceritanya orang tua memberikan nama yang buruk bagi anaknya, sebab nama merupakan harapan dan do’a, kecuali orang tuanya tersebut orang tua sableng yang memberi nama anaknya dengan nama buruk. 🙂

Lantas bagaimana dengan fenomena Keberatan Nama?

Bagi orang jawa fenomena “keberatan nama” bukanlah hal yang baru, keberatan nama adalah nama pemberian orang tua yang dianggap terlalu berat bagi si anak “dalam filosofi jawa”, satu contoh keturunan ningrat mereka menyematkan nama Raden, ini berarti anak tersebut keturunan ningrat, orang biasa atau rakyat biasa yang tidak memiliki garis keturunan ningrat sebenarnya sah sah saja menggunakan nama depannya dengan nama Raden, namun status strata sosialnya yang sudah mengurat meyakini bahwa nama tersebut tidak akan kuat di tanggung oleh si anak, karena kepercayaan jawa nama Raden hanya mampu  di sematkan oleh keturunan ningat bukan rakyat biasa.

Fenomena keberatan nama inilah yang pada akhirnya menyeruak, bahwa sesungguhnya nama memiliki pengaruh dalam kehidupan si pemilik nama. Pertanyaanya sekarang adalah apakah nama yang anda miliki sekarang tidak keberatan bagai anda, atau jangan jangan nama anda justu terlalu berat untuk anda pakai???

Dalam kepercayaan jawa seseorang yang dianggap memiliki nama berat (keberatan nama) akan berdampak negatif dalam hidupnya seperti orang tersebut sakit sakitan, seret rejeki dan sebagainya, lalu bagaimana kita mengetahui jika nama tersebut kategori “Keberatan Nama?”

Orang jawa menyandarkan penamaan nama berdasarkan huruf aksara jawa yang di kenal dengan HANACARAKA di sesuaikan dengan perhitungan jawa (neptu), HANACARAKA tidak hanya sebagai aksara huruf jawa tetapi di dalamnya juga di yakini mengandung unsur mistis berdasarkan numerologi perhitungan matematika (keren toh…. bahkan orang jawa memiliki perhitungan matematikanya sendiri)

Setiap aksara jawa diyakini memiliki nilai berbeda seperti :

HO, DO, PO, MO nilainya adalah 1

NO. TO, DHO, GO nilainya 2

CO, SO, JO, BO nilainya 3

RO, WO, YO, THO  nilainya 4

KO, LO, NYO, NGO nilainya 5

sedangkan huruf Vokal seperti A, I, U, E, O tidak terdapat di aksara jawa nilainya adalah 0

Dari angka angka diatas digunakan sebagai patokan dalam menghitung total nama seseorang, yang di ambil dari susunan nama. Contohnya nama PAIJO, jika di hitung berdasarkan neptu maka hitungannya sebagai berikut :

PA (PO) = 1

I = 0

JO = 3

Total nilai 1+0+3 = 4

Dari jumlah diatas di proyeksikan di cocokkan dengan sugesti perhitungan neptu / unsur psikologi yaitu :

SRI nilainya 1

LUNGGUH nilainya 2

GEDHONG nilainya 3

LORO nilainya 4

PATI nilainya 5

ini berarti nama PAIJO total nilainya adalah 4, maka unsur psikologinya adalah ketemu neptu “LORO” yang berarti sakit. Sugestinya orang yang memiliki nilai 4 hidupnya akan sering mengalami sakit sakitan / mudah terkena sakit.

Contoh lain nama JOKO SAMUDRO

JO = 3

KO = 5

SA = 3

MUD = 1

RO = 4

Jika di hitung 3+5+3+1+4 = 16, untuk menghitung neptunya maka perhitungannya di cocokkan dengan niai diatas yaitu SRI, LUNGGUH, GEDONG, LORO, PATI, jika hitungannya lebih dari lima, maka di hitung lagi dari awal SRI, LUNGGUH, GEDHONG, LORO, PATI dan seterusnya sampai ketemu nilai neptunya, ini berarti nama JOKO SAMUDRO unsur neptunya adalah SRI

Menurut sugesti jawa tiap unsur memiliki arti tersendiri seperti 

SRI yang berarti Raja atau Ratu, orang yang jumlah namanya masuk kategori SRI, maka sugestinya adalah orang tersebut Insya Alloh kelak akan di beri anugrah kehormatan, jabatan atau pimpinan (positif)

LUNGGUH yang berarti Duduk, sugestinya orang yang nilai namanya berunsur LUNGGUH, Insya Alloh kelak akan di beri anugerah ketentraman dalam hidupnya, lancar rejekinya (positif)

GEDHONG yang berarti Gedung / Bangunan, sugestinya orang yang berunsur GEDHONG, Insya Alloh kelak dia akan di mudahkan dalam urusan dunia, dan mudah mencapai kejayaan dan menjadi kaya raya (positif)

LORO yang berarti Sakit, sugestinya orang yang berunsur LORO, hidupnya sering menemui kesulitan, fisiknya lemah dan sering sakit sakitan, entah sakit secara fisik atau sakit secara finansial (negatif)

PATI yang berarti Mati, sugestinya neptu ini paling di takuti, sebab orang berunsur PATI, kelak kehidupannya menemui banyak kendala, bahkan ada yang mengatakan neptu ini nama “paling berat” sebab jika bukan fisiknya yang benar benar mati, maka rejekinya yang mati (sangat negatif)

Lalu bagaimana jika nama yang sudah di berikan orang tua ternyata berunsur negatif? apa perlu berganti nama lain, itu berarti kita tidak mengormati orang tua?, karena nama itu pemberian orang tua?. Tidak perlu sampai demikian, nama yang sudah di berikan orang tua, meskipun secara numerologi neptu jawa berunsur negatif kita bisa mengakalinya dengan menambahkan nama di depan atau di akhir nama kita

Seperti contoh nama PAIJO diatas yang mana jumlahnya 4 yang memiliki unsur LORO, untuk mengakali agar tidak menjadi unsur negatif sekaligus menghormati orang tua yang sudah memberikan nama tersebut, anda tinggal menambahkan nama tambahan di depan atau di belakang nama PAIJO, seperti DIMAS PAIJO.

Jika sudah demikian maka perhitungannya

DI (do) = 1

MAS =1

PA = 1

I = 0

JO = 3

Jumlahnya 6, maka unsur neptunya adalah SRI, yang berarti positif. Tapi ingat…. orang tua memberi nama waktu anda bayi itu tidak asal memberi nama, ada selamatannya, ada sedekahnya, jadi jika anda ingin merubah / menambah nama lakukan hal yang sama seperti yang di lakukan orang tua anda yaitu selamatan, agar nama menjadi sebuah doa serta sesuai unsurnya. 🙂

Manfaat Air Hujan Yang Turun Pertama Kali

manfaat air hujan

Jika anda pernah membaca artikel di majalah cetak, internet atau media elektronik mengenai bahaya air hujan pertama, maka selamat datang di dunia metafisika, dunia supranatural dimana segala sesuatu bertolak belakang dengan naluri akal pikiran.

Sebagaimana admin telah jelaskan mengenai apa itu ilmu ghaib di artikel sebelumnya maka anda akan melihat artikel ini dari segi spiritual dan bukan melihat artikel ini dari segi logika.

Agar menguatkan bahwa artikel ini bertolak belakang dengan logika, admin share terlebih dahulu artikel yang saya ambil dari internet, agar pembaca lebih bijak dan bisa menilai mana, seperti firman Alloh SWT dalam hadis Qudsi “Anna fi dzonni abdi bii” artinya AKU mengikuti prasangka hambaku, terhadapKU. Jika artikel ini diyakini sebagai informasi keliru, maka tinggalkan, tapi jika diyakini bermanfaat boleh di terapkan, toh gak ada salahnya 🙂

Artikel COPAS MERDEKA

Air hujan pertama bahaya dikonsumsi, bisa menyebabkan diare

Air hujan yang pertama turun setelah musim kemarau tidak layak dikonsumsi, karena mengandung banyak partikel yang berbahaya bagi kesehatan.

“Ada baiknya jika air hujan yang pertama turun setelah musim kemarau tidak langsung digunakan, karena berbahaya bagi kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Jap di Pontianak, Kamis (13/8). Demikian tulis Antara.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan manusia membakar lahan untuk tujuan pertanian maupun industri ketika musim kemarau. Nah, asap pembakaran itulah yang mempengaruhi kondisi air hujan.

“Asap dari pembakaran lahan itu jelas akan mempengaruhi kondisi air hujan yang turun, terlebih biasanya saat musim asap, lalu turun hujan, warna air hujan yang ditampung akan berubah menjadi keruh. Hal itu dikarenakan air hujan yang turun tersebut terkontaminasi dengan partikel debu hasil dari pembakaran lahan dan jelas berbahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Untuk itu, dia menyarankan agar air itu tidak digunakan untuk kosumsi, kalau perlu tidak ditampung dalam penampungan air.

Dia menyebutkan, beberapa penyakit dapat disebabkan air hujan yang tercampur bakteri seperti diare, disentri dan lain sebagainya.

“Jika ingin menampung air hujan, sebaiknya mengambil air yang turun pada hari berikutnya. Jangan lupa juga selalu merebus air hujan jika akan diminum,” kata Andi Jap.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/air-hujan-pertama-bahaya-dikonsumsi-bisa-menyebabkan-diare.html

……………………………………….||……………………………………….

Berlainan dengan pendapat diatas, Air Hujan Pertama memiliki kelebihan yang luar biasa. Dalam kitab Tafsir Ayat Kursi karangan Syekh Al Buni, di jelaskan bahwa hujan yang turun pertama kali (setelah musim kemarau panjang) merupakan hujan yang di penuhi rahmat, penuh dengan keberkahan, dikarena dengan alasan ketika musim kemarau air menjadi sangat langka hanya rahmat Gusti Alloh SWT saja yang di butuhkan agar hujan turun ke bumi setelah sekian lama tidak turun hujan, jadi atas dasar inilah para ulama terdahulu (ulama salaf) meyakini hujan yang turun pertama kali setelah kemarau panjang adalah hujan rahmat dimana didalam setiap tetes hujan tersebut penuh dengan rahmat Ilahi yang mana memiliki khasiat yang luar biasa.

Dan masih ingat dulu waktu belajar setelah mendapat informasi tentang hujan pertama, admin beserta teman teman sekaligus kyai ikut hujan hujan, tidak peduli hujan itu turunnya tengah malam sekalipun, dan nyatanya tidak ada yang sakit meriang yang di akibatkan hujan hujan ini 🙂

Diantara khasiat hujan yang turun pertama kali adalah pengobatan medis serta mencerdaskan pikiran yang tumpul. Dalam tafsir ayat kursi di jelas, untuk mendapatkan khasiat air hujan pertama kali yang turun ke bumi di butuhkan pengetahuan, bukan asal mengambil air hujan tetapi ada caranya. Dan untungnya artikel ini di buat agar anda bisa menerapkan ilmu ini jika musim hujan datang.

Syarat ketentuan menggunakan air hujan yang turun pertama kali sebagai pengobatan, mencerdaskan pikiran dan lain lain sesuai niat dan keyakinan si pemburu air hujan.

  • Air hujan yang turun pertama kali setelah musim kemarau (biasanya hujan pertama kali tidak berlangsung lama, jadi untung untungan apakah dapat air hujannya atau tidak)
  • Air hujan yang di ambil menggunakan wadah (baskom, panci, ember atau apapun) langsung dari tempat terbuka dan air turun langsung dari langit, tidak di perkenankan mengambil air hujan dari pancuran talang rumah, tetesan dari pohon atau apapun, melainkan langsung diambil dari langit (jadi letakkan baskom atau ember segede gaban di atas genting atau di tengah tengah lapangan yang atapnya lepas langsung menghadap langit)
  • Setelah mendapat air hujan, saring air hujan terlebih dahulu dengan saringan / kapas agar air jadi bersih, sebab ketika hujan pertama turun tetesan air hujan yang mengenai bumi, pohon, atap rumah akan menerbangkan debu, dan sebagian debu yang beterbangan ini biasanya masuk kedalam baskom tadi
  • Setelah di saring dan terkumpul, air hujan jangan di rebus. Ingat… ini adalah air hujan rahmat, biarkan apa adanya (air mentah)
  • Lalu…. (karena informasi ini di dapat dari kitab tafsir ayat kursi maka) bacakan air hujan tersebut dengan bacaan ayat kursi sebanyak 313x atau 1000x dengan niat sesuai yang di inginkan.
  • Setelah di bacakan ayat kursi 313x / 1000x tiupkan dengan perasaan ke dalam air hujan tadi
  • Selanjutnya… silahkan di minumkan ke orang yang sakit, atau anak / orang yang memiliki pikiran lambat (otak bebal), Insya Alloh… berkah dari air hujan pertama yang di bacakan ayat kursi, penyakit yang di derita lekas sembuh dan otak yang bebal perlahan akan menjadi cerdas

 

From Hero to Zero Kisah Perjalanan Spiritual Sang Jawara

Kisah perjalanan spiritual sang jawara From Hero to Zero, dari seorang yang luar biasa menjadi manusia biasa, cerita ini bukanlah kisah sebuah kepahlawanan pada umumnya layaknya sebuah film yang menceritakan manusia biasa menjadi manusia super From Zero to Hero.

Kisah ini menceritakan alur keterbalikan from Hero to Zero, namun didalamnya terdapat kesan yang sangat mendalam, mengapa hal ini layak di buat sebuah artikel.

Sebenarnya kisah ini sudah pernah admin buat, namun di karenakan website sempat down selama hampir sebulan maka seluruh artikel terpaksa di buat ulang, sesuai ingatan yang pernah admin buat sebelumnya.

Kisah Kang Kholil Putra Bungsu Kyai Soleh Sadar (From Hero to Zero)

Kyai soleh sadar merupakan seorang kyai yang hidup di masa pemerintahan belanda, beliau adalah ulama pertama yang menerbitkan Al Qur’an berbahasa jawa yang di berikan sebagai hadiah kepada Ibu kita Kartini.

Kyai Soleh Sadar memiliki beberapa anak, diantara anak anaknya ada yang menjadi seorang ulama di tanah suci makkah, ada yang menikah dengan pejabat tinggi dan ada yang menjadi manusia penting di pemerintahan, namun berbeda dengan putra bungsu Kyai Soleh yang bernama Kang Kholil.

Dari segi ekonomi, kang Kholil tidak seberuntung saudaranya, karena kang kholil memang bukanlah orang kaya atau orang penting di pemerintahan, namun meskipun demikian kang Kholil merupakan satu satunya anak kesayangan Kyai Soleh Sadar.

Kepada siapapun, kyai Soleh selalu menyanjung putra bungsunya bahwa “kang Kholil adalah putranya yang paling kecil, tetapi dia yang paling tua diantara saudara saudaranya”

Apa maksud ucapan kyai Soleh ini?

Ternyata… meskipun kang Kholil tidak di beri kelebihan dari segi kedudukan ataupun ekonomi, kang Kholil di beri kelebihan lain oleh Gusti Alloh sebuah ilmu yang tidak biasa yaitu Ilmu Tajalli taua yang biasa kita kenal dengan nama Ilmu Laduni. Ilmu Tajalli adalah ilmu yang mana seseorang memiliki kelebihan supranatural sejak dilahirkan, segala ucapannya terjadi, doa yang di rapalkan cespleng dan mampu melihat masa lalu maupun masa depan seseorang.

Apa yang membuat kang kholil begitu hebat?

Di ceritakan, ada seorang perawan tua, dimana wanita ini sudah memasuki usia kepala 4 namun belum juga ada pria yang melamarnya, di jaman itu perawan tua adalah status yang sangat menyedihkan bagi wanita dan juga merupakan sebuah kesialan bagi dirinya.

Hingga pada suatu saat wanita ini berpapasan dengan kang kholil di sebuah jalan, tiba tiba saja kang Kholil berkata “yu…. wajah sampian kelihatan sumringah dan bercahaya, wah… sampian jadi pengantin ya…”, mendengar ucapan seperti itu wanita tersebut menjawab “kang… sampian ini ada ada aja, sengaja menggoda saya ya”

Hanya sebuah perkataan diatas, tanpa di duga dan di nyana dua minggu kemudian wanita tersebut dilamar oleh seorang pria kaya raya.

Dan berbagai kelebihan lain yang terjadi secara aneh pada diri kang kholil, sehingga secara cepat tersebar berita sampai keluar kota bahwa di desa terdapat orang sakti mandra guna yang memiliki kelebihan dan ampuh daya linuwih

Wal hasil banyak orang berbindong bondong datang ke rumah kang kholil demi ngalap berkah dengan berbagai problematika hidup, dari mulai pengobatan, karir, jodoh dan sebagainya. Tamunya luar biasa banyak dari berbagai kalangan rakyat jelata hingga pegawai pemerintahan pada waktu itu

Wasiat sang Ayah

Melihat anaknya yang terkenal sakti, dan memiliki banyak tamu penting yang meminta bantuan kepada anak bungsunya hal inilah yang membuat sang ayah begitu bangga dan selalu menyanjung putranya sebagai anak yang paling kecil sekaligus sebagai anaknya yang tertua, dengan arti kang kholil memang anaknya yang paling kecil tetapi ilmunya mengalahkan saudara saudaranya yang lebih tua.

Sahdan… di suatu hari sang ayah berkata kepada anaknya “Kholil anakku… aku bangga sama kamu nak, meskipun kamu tidak seberuntung saudaramu yang lain dalam hal ekonomi, tapi aku bangga sama kamu nak, namun meskipun demikian, kamu masih memiliki satu kekurangan, coba nak… kamu cari kekuranganmu dimana dan perbaiki agar kebangganku kepadamu menjadi sempurna”, “injih ayah…” jawab kang kholil.

Mendengar perkataan sang ayah, kang kholil mulai berfikir dan mencari tau dimana letak kekurangan dirinya. Hari demi hari hingga sampai pada satu masa di mana sang ayah harus pergi untuk selama lamanya karena di panggil oleh Yang Maha Esa, dan kang kholil pun belum menemukan letak kekurangan pada dirinya sesuai pesan sang ayah semasa hidup.

Perjalanan Sang Jawara bertemu Sang Maestro

Setelah beberapa hari kematian sang Ayah, kang kholil tiba tiba hilang bak di telan bumi, bahkan tetangga sebelah rumahnya tidak mengetahui jejak keberadaan sang jawara.

Ya… kang kholil menghilang entah kemana, rumahnya yang selalu tertutup, membuat orang sekitar bertanya tanya kemana perihal kang kholil, tamu yang senantiasa datang silih berganti untuk bertemu kang kholil, harus menanggung rasa kecewa, sebab kang kholil sirna, hilang entah kemana tanpa jejak sedikitpun yang tertinggal, seluruh warga menjadi bertanya tanya kemana kang kholil, apakah dia di cokok sama tentara belanda, ataukah dia begini begitu.

Beragam spekulasi di benak warga sekitar mengingat kang kholil ikon di desa tersebut lenyap tanpa jejak, hingga satu bulan lebih lamanya kang kholil lenyap bak di telan bumi tiba tiba kang kholil datang dari bepergian dan kembali ke kampung halamannya.

Melihat kedatangan kang kholil secepat kilat berita tersebar bahwa sang jawara telah kembali, beredar spekulasi bahwa kang kholil pergi untuk memperdalam ilmu kanuragan, memperkuat ilmu kasepuhan dan berbagai spekulasi lain

Hal ini otomatis membuat gembira warga yang dulu sempat berkunjung ke rumah kang kholil, ketika kang kholil hilang tanpa jejak, dan seperti hari hari sebelumnya secapat kilat ramai warga datang yang ingin ngalap berkah seperti sebelumnya.

Namun kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, lambat laun hari demi hari tamu yang berkunjung ke rumah kang kholil semakin menyusut dan terkesan tidak ada tamu sama sekali yang datang walaupun sebatas meminta doa kesembuhan.

Berhembus kabar di kalangan warga sekitar bahwa kang kholil ilmunya sudah hilang, spekulasi mengatakan ilmunya hilang disebabkan di menghilang dari rumah beberapa bulan lalu, “o… mungkin ilmunya di buang gara gara ayahnya meninggal”, “mungkin dia menghilang dari rumah dulunya bermaksud membuang ilmunya, makanya sekarang gak bisa apa apa” dan berbagai desas desus gak jelas lainnya.

Terkuaknya Sebuah Kebenaran

Melihat maraknya desas desus yang beredar, membuat ketua RT mencoba meluruskan dengan bertamu ke rumah kang kholil untuk mencari kebenaran perihal yang telah terjadi.

Ketua RT : Assalamu’alaikum

Kang Kholil : Walaikum salam, wah pak RT monggo silahkan masuk

Ketua RT : Sebelumnya Ngapunten kang, begini… pertama tama kedatangan saya kesini ingin silaturrahmi

Kang Kholil : Injih pak …. matur nuwun sudah singgah di rumah saya

Ketua RT : Yang kedua saya ingin meluruskan desas desus yang beredar di sekitar warga, apa benar kang kholil sudah tidak sakti lagi, mengingat kok kegiatan yang dulu sempet ramai sekarang malah sepi oblang oblang

Kang Kholil : O… itu, ngapunten sebelumnya, semua itu ada alasannya mengapa saya tidak menerima tamu lagi untuk urusan yang berurusan dengan mistis

Ketua RT : nah… itu alasannya apa agar warga tidak membuat berita yang tidak tidak

Kang Kholil : jadi begini pak RT……

 ………………………. kembali beberapa minggu yang lalu ……………………..

setelah beberapa hari kematian ayahnya (Kyai Soleh Sadar) kang Kholil bermimpi bertemu almarhum ayahnya, dalam mimpi tersebut kyai Soleh bertanya kepada putra kesayangannya “Kholil anakku apa engkau sudah menemukan di mana kekuranganmu?”, “belum ayah, sampai saat ini saya belum menemukan di mana letak kekurangan saya, sesuai yang ayah maksud” jawab kang kholil di dalam mimpinya.

“kholil,…. coba kamu pergi ke sebuah desa yang bernama Selo, carilah seseorang yang bernama Mbah Dirgo, bergurulah kepadanya, agar kamu tau di mana kekuranganmu. Mbah Dirgo ini bukan orang sembarangan anakku, dia adalah wali agung di jaman ini, dia kekasih Alloh, auliya’ yang sangat tinggi maqamnya di jaman saat ini, usianya 127 tahun, carilah dia dan belajarlah agar kamu tau di mana letak kekuranganmu” nasehat kyai Soleh dalam mimpi kang kholil

Setelah kejadian yang di alami semasa tidur, kang kholil bergegas pergi menuju kampung bernama Selo untuk mencari seseorang yang bernama Mbah Dirgo sesuai pesan almarhum ayahandanya di alam mimpi, karena terburu buru inilah yang menyebabkan kang kholil lupa berpesan kepada sudara atau tetangganya, sehingga warga sekitar mengira kang kholil lenyap karena suatu hal

Butuh perjalanan 2-3 hari kang kholil menuju kampung Selo dari kediamannya. Sesampainya di kampung Selo kang kholil pun bertanya kepada penduduk setempat perihal seseorang yang bernama Mbah Dirgo dengan ciri ciri orangnya sudah sangat tua mengingat usianya 127 tahun sesuai petunjuk mimpi yang di sampaikan ayahandanya, dari satu penduduk ke penduduk lainnya kang kholil bertanya perihal Mbah Dirgo, namun tidak satupun diantara mereka mengenal sosok Mbah Dirgo

Hampir sebulan lamanya kang kholil mencari sosok Mbah Dirgo, dari satu rumah kerumah lainnya, dari satu musollah ke musollah lainnya tidak satupun diantara penduduk yang mengenal sosok Mbah Dirgo, capek, letih, lesu dan hampir putus asah kang kholil mencari sosok Mbah Dirgo, hampir sebulan lamanya tidak satupun yang mengetahui keberadaannya.

Di tengah keputus asaannya, kang kholil bertemu sosok lelaki tua berusia sekitar 70 tahunan. dengan pakaian kusut sambil mententeng sebuah bekal di belakangnya, persis seorang pemulung sampah atau seorang gelandangan, kang kholilpun tanpa malu bertanya kepada lelaki tua tersebut perihal sosok Mbah Dirgo dengan ciri ciri seperti yang di sampaikan almarhum ayahnya.

Laki laki tua itupun berkata “Nak… kalau kamu mencari sosok seperti yang kamu sebutkan tadi, tidak ada sosok dengan nama Mbah Dirgo di desa sini, tapi…. kalau kamu bertujuan untuk belajar seperti katamu tadi, coba kamu jalan saja lurus nanti sampai perkebunan ada pertigaan kamu belok kiri, nah tidak jauh dari situ ada pekebunan kamu lurus saja nanti kamu akan bertemu dengan perkampungan kecil, tapi jangan kaget perkampungan tersebut tidak seper’ti perkampungan pada umumnya, karena bangunannya mirip gubug ketimbang rumah yang terbuat dari batu bata”, “coba saja kamu ke sana, barang kali saja kamu menemukan orang yang kamu cari di sana, barang kali saja lho ya karena saya sendiri tidak tau siapa yang kamu cari”

Mendengar ucapan lelaki tua tadi, kang kholil pun menuju tempat seperti yang di arahkan sama lelaki tua tadi, dan benar saja tidak jauh dari perkebunan yang di lewati terdpat sebuah kampung kecil dengan beberapa bangunan rumah yang lebih cocok di sebut gubug ketimbang rumah, kang kholilpun menuju ke kampung tersebut disana kang kholil melihat terdapat bangunan mirip seperti sebuah musollah dan di dalam mushollah tersebut nampak beberapa orang sedang berkumpul.

Ya…. benar dugaan kang kholil, orang orang tersebut sedang mengaji kepada seseorang, namun… ada pandangan menarik disini. Nampak beberapa orang tua dengan pakaian serba putih memakai sorban dan berpeci dengan kisaran berusia 60-80 tahun duduk bersila memutari seorang pemuda yang usianya sekitar 19-23 tahunan, benar sekali…. para orang tua tersebut belajar mengaji kepada anak muda, sungguh pemandangan unik dan belum pernah dilihat kang kholil sebelumnya, kakek kakek dengan penampilan seperti kyai belajar mengaji kepada anak muda yang usianya terpaut sangat jauh. Yang lebih mengherankan anak muda ini tutur katanya halus sekali, ucapannya penuh makna dan sangat berkelas, sangat kontras sekali jika di bandingkan dengan ucapan anak seumuran dengannya

Rasa penasaran kang kholil pun muncul, dengan memberanikan diri kang kholil mendekati kerumunan tersebut, “assalamu’alaikum” salam kang kholil, “waalaikum salam” jawab kerumunan tersebut. “ah… ada tamu rupanya, monggo silahkan duduk disini, ada apa kiranya kang mas datang ke gubug reot ini” tanya pemuda tadi. “ngapunten, mohon maaf bolehkah saya ikut belajar di sini?” tanya kang kholil, “oh monggo silahkan, siapapun boleh belajar bersama sama disini, monggo duduk nimbrung bareng disini biar rame” jawab pemuda tadi.

Akhirnya kang kholil ikut nimbrung bareng di musollah tersebut. Di benak kang kholil timbul banyak pertanyaan, siapa pemuda ini sampai sampai orang tua yang nampak seperti kyai ini rela belajar kepadanya. Mulailah timbul keinginan kang kholil mencari tau siapa pemuda ini, dari kerumunan tersebut kang kholil mengeluarkan “ilmu terkuatnya” yaitu Ilmu Tajalli alias Ilmu Laduni, dengan daya konsentrasi tinggi dilihatlah punggung pemuda tadi dari kejauhan (biasanya dengan tehnik seperti ini kang kholil bisa melihat masa lalu seseorang), hasilnya nihil… tidak nampak apapun selain kekosongan, pantang menyerah ganti obyek pemandangan, dilihat lagi di bagian dada pemuda tersebut (tehnik ini merupakan tehnik untuk melihat apa yang di ucapkan hati seseorang, jadi jika seseorang berkata dalam hati kang kholil bisa mengetahui dengan tehnik ini), hasilnya…… nihil tidak nampak apa apa selain kekosongan belaka, tehnik pun di ubah lagi kang kholil memperhatikan kepala pemuda tersebut (tehnik ini bertujuan untuk membaca pikiran seseorang, jika seseorang berfikir sesuatu kang kholil bisa mengetahui layaknya film bergerak diatas kepalanya) lagi lagi… hasilnya nihil.

Kang kholilpun makin penasaran dengan pemuda tersebut, apakah dia Mbah Dirgo yang di maksud oleh almarhum ayahandanya, atau bukan. Lalu kenapa kang kholil tidak bisa melihat apa apa pada diri pemuda tersebut, siapa pemuda ini sebenarnya? pikir kang kholil keras

Lalu… kang kholil mengeluarkan tehnik terakhirnya yang paling tinggi yaitu melihat masa depan seseorang, dengan daya konsentrasi tinggi, fokus untuk satu tujuan dilihatlah kening pemuda tersebut, untuk mencari tau masa depan pemuda ini seperti apa. Namun… alangkah kagetnya kang kholil dengan apa yang di lihatnya, hatinya berdegup tidak karuan, pikirannya kacau, fisiknya mulai tidak tenang atas apa yang di lihatnya.

Apa…???? ada apa ini….!!! siapa pemuda ini sebenarnya??? pikiran kang kholil kacau dengan apa yang di lihatnya, betapa tidak ketika kang kholil berusaha melihat masa depan pemuda tersebut, di kening pemuda tadi muncul tulisan dalam bahasa arab “AHLU NARR” yang berarti “AHLI NERAKA”, siapa dia kenapa di keningnya ada tulisan tersebut???

Hati kang kholil pun kalut, selama mengikuti pengajian di mushollah pikiran dan hatinya tidak menentu penuh tanda tanya, apakah dia Mbah Dirgo yang di maksud oleh ayahnya, kenapa penampilannya tidak nampak seperti orang berusia 127 tahun malah lebih cocok jika dia di sebut anak muda yang baru dewasa, lalu kenapa di keningnya muncul tadi mengerikan seperti itu.

Seusai pengajian, kang kholil pun berusaha mencari tahu siapa sebenarnya pemuda tersebut, ilmu apa yang di miliki sampai sampai sesepuh layaknya kyai berguru kepadanya, bertanya ke kemari ke penghuni kampung gubug tersebut dengan maksud memperjelas siapa sebenarnya Mbah Dirgo, namun informasinya simpang siur, tak satupun diantara penghuni kampung gubug mengetahui secara penuh siapa si pemuda guru para sesepuh tadi, ada yang berkata mbah kholil tidak memiliki amalan apa apa, ada yang bilang amalannya biasa saja layaknya orang biasa, ada yang bilang dia memiliki ilmu khusus dimana pada waktu khusus dia melakukan tapa brata di bawah pohon besar dan berbagai pendapat yang tanpa kepastian kebenarannya.

Waktu pun mulai larut malam, selesai sholat isya kang kholil termenung di mushollah mememikirkan kejadian seharian ini, pandangannya kosong tidak tau harus bertanya kepada siapa lagi dia harus bertanya, tentang siapa sebenarnya pemuda guru para sesepuh tadi. Dalam keadaan merenung tiba tiba muncul pemuda tadi menyapa kang kholil. “Kang kholil ya..!!” tanya si pemuda, “eh iya…. maaf tidak sadar njenengan ada disini” jawab kang kholil, “oh.. tidak apa apa, kang kholil belum mengantuk malam malam sendirian termenung disini” tanya si pemuda, “belum…. mengantuk, tidak terbiasa tidur jam segini” jawab kang kholil, “ouwh…. kalau begitu kang kholil ikut saya yuk, jalan jalan” pinta si pemuda tadi, “injih…. mari” timbal kang kholil.

Kang kholil pun bangkit dari tempat duduknya mengikuti si pemuda tadi, “kang kholil tunggu sebentar ya, saya mau ganti pakain dulu” kata si pemuda, “iya… gus” timpal kang kholil. Lalu si pemuda tadi masuk ke dalam gubugnya, untuk berganti pakaian. Begitu selesai batapa terkejutnya kang kholil, karena si pemuda tadi berganti pakaian berdandan necis, stylis, gaya up to date, persis penampilan anak muda yang hendak pergi berkencan, rambutnya klimis, pakaiannya di masukkan kedalam celana, wes pokok e mirip pemuda lagi kasmaran dengan seorang wanita, dan malam itu malam seolah olah dimana si pemuda sedang ada acara kencan dengan kekasihnya.

Meski demikian kang kholil hanya bisa diam tidak berani berkata apa apa, “ayo kang… kita berangkat”. Disepanjang jalan kang kholil hanya diam saja mengikuti pemuda tadi, hingga tiba tiba ketika sampai di pertigaan jalan, pemuda tersebut tiba tiba menghilang dari pandangan kang kholil, ya… pemuda lenyap bak hantu di kegelapan malam. Kang kholil pun celingukan, menengok ke kiri ke kanan depan belakang, dimana sosok pemuda tadi tiba tiba menghilang tepat di hapannya.

Kang kholil mencari di sepanjang jalan yang di lalui, tapi tidak ketemu, lalu tiba tiba dari kejauhan nampak warung remang remang di tengah kegelapan malam di pinggir jalan, “apa mungkin gus tadi berada di warung tersebut” gumam kang kholil, tiba tiba terdengan suara dari dalam warung tersebut “kang… ayo sini”, ya… itu adalah suara si pemuda tadi, dan ternyata benar pemuda tadi berada di warung tersebut.

Kang kholil pun menghampiri warung tersebut, nampak beberapa orang disana sedang bercengkarama bersenda gurau sesekali meminum kopi dan merokok, tetapi ada pemandangan unik di sana, ternyata penjualnya adalah wanita paruh baya di bantu dengan wanita muda, tetapi penampilannya mirip pemain ludruk, make-upnya sangat tebal entah yang di pakai itu bedak atau tepung kanji sampai sampai wajahnya kelihatan putih wow, mungkin memang di jaman tersebut bedak tidak secaggih seperti jaman sekarang.

Kang kholil pun ikutan nimbrug di warung tersebut sesembari mendengarkan obrolan di warung, ketawa ketiwi khas obrol orang warung, dan si pemuda sangat enjoy menikmati moment tersebut. Saking larutnya dalam obrolan tak terasa waktu sudah menujukkan hampir subuh. “wah.. kang sudah hampir subuh, kita balik yuk” kata si pemuda, “eh iya.., monggo kita balik” jawab kang kholil.

Lalu mereka berdua berpamitan pulang, di tengah perjalanan si pemuda berkata “kang… waktunya tidak sampai nih kalau kita lewat jalan tadi, keburu adzan subuh, kita lewat jalan pintas saja ya kang”, “iya gus terserah njenengan” jawab kang kholil. Lalu mereka berdua melewati jalan pintas menuju kampung gubug mereka, tapi siapa sangka jalan pintas yang di maksud adalah jalan yang harus menyebrangi sungai.

“Ayo kang… lewat sini” kata si pemuda, “lewat mana gus?” tanya kang kholil,”ya lewat sini, kampung kita kan di seberang sungai jadi lebih cepat lewat sini, ayo kang keburu subuh” jawab si pemuda. Kang kholipun berfikir “lha masak iya lewat sungai, masak berenang di sungai pagi buta kayak gini, dingin banget lagi airnya” tiba tiba kang kholil melihat pandangan luar biasa, pemuda tadi ternyata berjalan diatas air layaknya berjalan di daratan, suatu pemandangan tak lazim ada manusia berjalan diatas air “ayo kang..” “eh iya gus…” jawab kang kholil mengikuti perjalanan pemuda tadi yang berjalan diatas air, “byurrrrr” kang kholil tenggelam, ya… kang kholil yang di beri kemampuan supranatural dan kesaktian tidak bisa mengikuti si pemuda tadi yang mampu berjalan diatas air, terpaksa kang kholil pun berenang menyebrangi sungai.

Sesampainya di tepi sungai si pemuda menunggu kang kholil, nampak tubuh kang kholil kedinginan menggigil karena memang air sungainya sangat dingin. Sambil tersenyum si pemuda tadi berkata “gimana kang kholil, akang tidak apa apa?” “iyyya guzzzz” jawab kang kholil menggigil, “apa hikmah dari perjalanan kita ini kang?” tanya si pemuda, kang kholil hanya bisa munduk, malu, menggigil kedinginan karena kemampuan kang kholil tidak ada apa apanya dengan si pemuda tersebut.

“Kang kholil tau siapa mereka tadi yang ada di warung?, mereka adalah orang biasa dengan pekerjaan biasa, ada yang bekerja sebagai petani, ada yang sebagai pembantu di sawah dan lainnya, kang kholil tau kenapa saya suka di warung tadi? itu karena mereka tidak memiliki apa apa untuk di banggakan, kita ngobrol ngalor ngidul ketawa ketiwi tetapi pikiran hati mereka lepas, tidak ada rasa membanggakan diri, tidak ada rasa siapa lebih hebat,  siapa lebih pintar atau siapa yang lebih kaya, semuanya merasa kalau mereka sama”

“kenapa kang kholil mencari saya? itu di karenakan mimpi kang kholil bukan?” tanya si pemuda, “lalu kenapa kang kang kholil ragu dengan saya, itu karena kang kholil melihat di kening saya bertuliskan AHLI NERAKA bukan?”. betapa kagetnya kang kholil ternyata si pemuda tau persis semua kejadian yang dialaminya.

“kang kholil… kang kholil, njenengan jauh jauh mencari saya, berjalan berhari hari, hampir sebulan lamanya mencari saya untuk mencari kebebaran dan mencari tau dimana letak kekurang kang kholil, begitu ketemu kang kholil malah sangsi, ragu dengan apa yang kang kholil lihat, niat awal kang kholil untuk belajar malah berbalik ingin menjadi detektif menyelidiki seseorang” ucap si pemuda sambil tersenyum

“ketahuilah kang… ketika kang kholil melihat di dahi saya bertuliskan AHLI NERAKA, apa yang terbesit di hati kang kholil, apakah kelak saya masuk neraka?, bagi saya kang… entah nanti saya masuk neraka atau surga itu bukan urusan saya, surga neraka itu hak prerogratif Gusti Alloh, tugas saya hanyalah mengabdi kepadaNYA dengan sebaik baiknya, urusan pahala, perkara surga neraka itu bukan prioritas saya, perioritas saya hanya satu yaitu apa yang saya lakukan di dunia ini Gusti Alloh Meridloinya, hanya itu saja, saya cuma mencari ridlo Alloh agar saya mendapat RahmatNYA bukan yang lainnya kang”

“Ketahulah kang, kang kholil di beri kelebihan oleh Gusti Alloh itu merupakan suatu hal yang luar biasa, seribu satu manusia di dunia ini di beri kelebihan sepeti kang kholil, tapi kang… kelebihan yang di berikan kepada kang kholil bisa menjadi sebuah anugrah bisa juga menjadi sebuah petaka bagi kang kholil,  sedikit saja terbesit ada rasa hebat di hati kang kholil, sedikti saja ada rasa sombong atas kelebihan kang kholil, hangus semua amal ibadah kang kholil, itulah kenapa saya mengajak kang kholil ke warung tadi, agar kang kholil belajar ternyata manjadi manusia biasa yang tidak mengetahui apa apa, yang tidak memiliki apa apa itu menyenangkan, tidak ada rasa iri di hatinya, tidak ada rasa pamer di benaknya, tidak ada rasa merasa hebat dari yang lainnya, bagi mereka apa yang perlu di sombongkan tidak ada makanya mereka bisa tertawa lepas sesamanya, tidak malu dengan kedudukannya tidak sungkan dengan siapa dia siapa lawan bicaranya”

“sedangkan saya dan kang kholil, bisa jadi sedikit kelebihan yang kita punya membuat kita lupa diri sehingga memunculkan rasa pamer, sombong dan membanggakan diri sendiri, bukankah ini satu satunya dosa yang paling berbahaya diantara sekian ratus jenis dosa yang ada, jadi kang… HATI HATI…, HATI HATI… kang  sekali lagi HATI HATI….(perkatan hati hati ini bolak balik di ucapkan oleh si pemuda tadi) dengan segala kelebohan yang kang kholil miliki, terserah kang kholil menilai saya bagaimana, apakah kelak saya termasuk AHLI NERAKA atau tidak, itu bukan sesuatu yang saya takutkan, yang saya takutkan adalah perbuatan saya di dunia tidak di ridholi oleh Gusti Alloh, jadi HATI HATI kang…. saya berpesan lagi HATI HATI… dengan apa yang kang kholil miliki”…pssstttt clap….

Tiba tiba si pemuda tadi lenyap tepat dari hadapan kang kholil, kang kholil hanya bisa berfikir merenung, heran, takjub, kaget, bimbang dan lain sebagainya menjadi satu, semua ucapannya menusuk di hati sanubari kang kholil, sambil badan menggigil kedinginan kang kholil berjalan menelusui sungai menuju kampung gubug. Sesampainya di tempat yang di tuju kang kholil bingung, celingukan ke kiri ke kanan. Ya… kampung gubug hilang, kampung yang tadinya di penuhi rumah terbuat dari gubug tiba tiba berubah menjadi rumah tembok, musollah yang tadinya nampak sederhana lenyap yang ada bangunan masjid megah magrong magrong

Kang kholil pun bertanya di mana kampung gubug, di mana penduduk kampung gubug, di mana mbah dirgo, di mana si pemuda, di mana….? di mana….?? di mana…??? lagi lagi tak satupun diantara orang yang di temui mengenal dan mengerti apa yang di ucapkan kang kholil, malah kang kholil dianggap orang gak waras yang habis kecemplung di sungai

Kalut pikiran kang kholil banyak pertanyanan “siapa, mengapa, apa yang terjadi” sambil berjalan tak tentu menelusuri jalan perkampungan kang kholil bertemu lelaki tua dengan baju kusut, ya… lelaki tua ini adalah laki laki yang menunjukkan arah ke kampung gubung kemarin.

“kang kholil tidak apa apa?, ini pakaian silahkan di pakai biar kang kholil tidak kedinginan” ucap lelaki tua, kang kholil pun heran kok bisa tau namanya, padahal sejak bertemu kemarin kang kholil belum mengenalkan siapa dirinya. “kang kholil pulang saja tidak usah mencari mbah dirgo lagi, sebab si mbah sudah berpesan untuk kang kholil, bahwa kang kholil sudah mendapatkan ilmu yang sangat banyak dari mbah dirgo, jadi kang kholil pulang saja ya” ucap si lekaki tua ke pada kang kholil, belum lagi menjawab pssttt clap….!!! lelaki tua tiba tiba lelaki tersebut hilang di hadapan kang kholil.

Lalu kang kholil pun kembali pulang ke rumahnya sampai terjadilah kejadian desas desus yang beredar di kampung halamannya

Kang Kholil : begitulah pak RT kira kira kejadiannya, saya mendapatkan ilmu dan menemukan di mana letak kekurangan saya sesuai wasiat almarhum ayahanda, jadi sekarang saya berusaha menjadi orang biasa, dengan aktifitas layaknya masarakat biasa lainnya, solat, mengajar ngaji anak kecil, ke sawah istirahat, tidak ada lagi kegiatan yang mungkin bisa membuat saya menjadi orang sombong, membanggakan diri karena ilmu dan sebagainya

……………………………………… tamat…………………………………………..

Pesan Moral

pesan moral dari artikel ini adalah, jika ilmu atau kepandaian saja bisa mencelakanmu apalagi harta, tahta, dan sebagainya. Tidak masalah kita menjadi orang hebat, atau orang sakti (toh faktanya mbah dirgo lebih sakti dari kang kholil) atau kita menjadi orang terkenal kaya raya, selama kita rendah diri, mengaca pada diri sendiri dan selalu ingat bahwa kita hanyalah manusia yang tidak memiliki apa apa sebab hakikatnya semua itu hanyalah titpan dari Gusti Alloh, jika sudah demikian Insya Alloh kita akan diajuhkan dari sifat sombong dan membanggakan diri sendiri, sebab kedua masalah ini adalah akar dari sikap semena mena yang akan merugikan diri sendiri terlebih orang lain.

WA/LINE/TELP : +628977220099 BBM PIN : D0E45FA9 banyusucie@yahoo.com