Mengenal Jenglot

Jenglot merupakan fenomena yang cukup membingungkan bagi berbagai kalangan dari kalangan cendekiawan bahkan sampai kalangan spiritualis, jenglot serta batara karang adalah dua sosok yang (banyak) di yakini dulunya adalah orang yang memiliki ilmu karang (kanuragan level tinggi) yang berbuat kerusakan di muka bumi, sehingga konon tubuhnya di tolak oleh bumi ketika meninggal dunia yang akhirnya menjadi sosok mahluk yang di kenal dngan sebutan JENGLOT atau BATARA KARANG.

Namun apakah hal itu benar adanya, bahwa jenglot adalah orang berilmu tinggi yang di tolak bumi? lalau bagaimana dengan batara karang?

Artikel kali ini akan mengupas pemahaman jenglot dari berbagai sudut yang mudah mudahan bisa di nalar oleh akal.

Apa itu jenglot? Jenglot adalah sosok mahluk kecil seperti mumi dengan wajah seperti monster yang memiliki gigi, kuku dan rambut yang panjang

Betara Karang (BK) sama seperti jenglot namun yang membedakan adalah betara karang atau yang biasa di kenal dengan sebutan BK memiliki bentuk sedikit berbeda di mana separuh badan berwujud manusia dan separuhnya lagi berwujud ular, mirip seperti legenda blorong

Banyak yang meyakini bahwa BK jauh lebih kuat daripada jenglot, dikarenakan banyak yang mencari BK yang “masih hidup” untuk di gunakan sebagai salah satu media dalam pesugihan.

Melihat pernyataan di atas “masih hidup” seolah olah mengartikan bahwa kedua mahluk kecil sebesar boneka kecil itu hidup bernafas layaknya manusia. Ya… kedua mahluk tersebut pada dasarnya hidup seperti manusia, dengan menggunakan ritual pemanggilan mahluk tersebut memang benar benar hidup, dan memiliki daya kengerian yang luar biasa (setidaknya itu yang pernah penulis alami).

Namun pertanyaannya jika Jenglot atau BK itu hidup apakah dia dulunya manusia?

Banyak artikel di internet yang membahas tentang fenomena jenglot berdasar cerita tutur tinular, namun sampai saat ini belum ada keterangan secara pasti siapa jenglot di waktu dulu, artikel berikut akan mengupas sedikit tentang masa lalu jenglot.

Orang Sakti Yang Mursal

Banyak yang beranggapan bahwa jenglot dan bk dulunya adalah orang sakti mandraguna yang memiliki ilmu karang, yaitu ilmu kebal diatas rata rata sehingga di yakini tubuhnya seperti batu karang cadas yang tak mempan oleh senjata atau benda apapun, hal ini yang membuat si pemilik ilmu karang menjadi arogan atau mursal , suka berbuat kerusakan serta meneror manusia di karenakan kesaktiannya, sehingga saking rusaknya perilaku orang tersebut bahkan semasa meninggal bumi tidak mau menerimanya (jasadnya selalu di keluarkan kembali ke muka bumi)

Sarana Beribadah / Pemujaan

Ada pula yang beranggapan bahwa bahwa jenglot merupakan sarana ibadah atau pemujaan orang jaman dahulu, mengingat orang dulu memiliki kepercayaan animisme dinamisme yang mana memuja sesuatu yang dianggap sakral dan bertuah, namun di karenakan sulitnya menemukan wujud asli siapa yang di sembah maka orang jaman dulu membuat sebuah boneka dari hewan atau dari tubuh manusia itu sendiri agar memudahkan dalam melakukan beribadah, bisa di katakan lebih mirip dengan patung candi dan sebagainya, hanya saja yang membedakan patung terbuat dari tanah liat atau logam, jenglot atau bk terbuat dari tubuh hewan atau manusia.

Lho… kok manusia, sadis amat? ya… terdengar sadis memang, tapi jika kita menengok sejarah nusantara masa lalu, hal ini tidaklah benar benar sadis karena jaman dulu ada ajaran bhairawa tantra dimana para pemeluk agama ini melakukan ritual dengan mengorbankan manusia dan memakan bangkai manusia, jadi hal seperti ini tidaklah aneh bagi penganut ajaran tersebut

Orang Sakti Gagal Moksa

Selain diatas ada pula yang meyakini jika jenglot atau bk adalah orang sakti yang gagal melakukan moksa. Hal ini bukan tanpa alasan, jika kita melihat sejarah orang orang hindu jaman dahulu akan di katakan sempurna jika mampu melakukan moksa yaitu kematian dengan cara beralih dimensi dari alam manusia ke alam keabadian (ghaib), bukan cuma ruh dan jiwanya yang beralih dimensi tetapi jasadnya juga.

Dalam melakukan moksa ini harus benar benar memiliki pikiran, hati serta jiwa raga yang bersih, satu kesalahan saja akan membuat gagal proses moksa tersebut, konon proses moksa ini sebelum melakukan moksa harus melalui beberapa tirakat pemurnian terlebih dahulu, setelah sempurna proses pemurnian barulah orang tersebut akan melakukan tapa brata untuk menjalani moksa, bagi mereka yang berhasil maka mereka akan dianggap masuk nirwana, namun ketika dalam proses meditasi pikirannya terganggu masalah duniawi otomatis akan gagal dan jadilah sosok jenglot yang seperti kita kenal selama ini

Lalu mana yang benar?

saya tidak bisa mengatakan yang orang sakti mursal yang benar, atau jenglot merupakan sarana ibadah yang benar, atau bahkan orang yang gagal moksa yang benar, namun hemat saya pribadi yang mendekati dan bisa di tangkap oleh akal logika adalah tipe yang kedua yaitu Sarana Berbadah atau Pemujaan

Mengapa tipe yang kedua yang dianggap mendekati dan masuk akal, alasanya jaman dahulu nusantara di anut oleh kepercayaan tetang roh dan nenek moyang, serta di jaman dahulu tidak ada mayat yang di kubur, waktu itu mereka yang meninggal akan di kremasi sehingga pernyataan orang sakti yang di kubur jaman dahulu sepertinya kurang sesuai, sebab makam atau kuburan itu baru ada di ajaran islam dan kristen,kalaupun ada itu di tanah toraja dimana yang meninggal di letakkan di goa di atas bukit jadi tidak mungkin tidak di terima bumi karena memang tidak dikebumikan.

Alasan selanjutnya jika orang gagal moksa, masak iya sampai berbentuk seperti monster yang identik dengan roh jahat, bukankah orang moksa itu sendiri hanya berlaku buat orang orang yang memiliki hati jiwa raga yang bersih, itulah kenapa ada proses pemurnian sebelum moksa, kalau gagal moksa setidaknya mereka akan meninggal seperti manusia biasa yang akhirnya di kremasi

Jadi alasan yang paling mendekati masuk akal adalah jenglot dulunya merupakan buatan manusia yang di buat sebagai sesembahan aliran kiri seperti bhairawa tantra, alasannya kalau sesembahan shiwabudha atau aliran lainnya yang putih kenapa jenglot harus di beri makan darah, dan juga haus darah.

Terus kenapa kok jenglot dan bk wujudnya berbeda? mungkin saja jenglot di sembah sebagai pemujaan untuk mendapatkan kekuatan atau kanuragan alias kesaktian, sedangkan betara karang atau bk di gunakan untuk memperoleh kekayaan atau pesugihan seperti simbolik legenda blorong yang berbentuk separuh manusia separuh ular, itulah kenapa bk di cari oleh orang orang yang tujuan sebenarnya untuk mendatangkan uang ghaib / pesugihan. wallohu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Informasi?
Admin MPs
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa di bantu?