Kerasukan vs Mediasi

Bagi pelaku spiritual pasti mengenal kedua istilah kerasukan vs mediasi atau mediumisasi, Secara harfiah baik kerasukan maupun mediasi adalah dua hal yang sama yaitu sama sama kerasukan mahluk halus atau jin, namun tahukah anda jika keduanya memiliki perbedaan?. Sebelum admin membahas tentang perbedaan antara kerasukan dan mediumisasi / mediasi ada baiknya kita mengenal kedua istilah tersebut

Kerasukan

adalah masuknya mahluk halus kedalam tubuh seseorang yang mana dalam kondisi pikiran sedang kosong, sehingga secara tidak sadar pikiran tubuh bahkan jiwanya di kuasai oleh mahluk halus

Mediumisasi / Mediasi

adalah masuknya mahluk halus / jin kedalam tubuh manusia dengan adanya unsur kesengajaan agar si mahluk halus menguasai tubuhnya (bukan pikiran atau jiwanya), dengan kata lain mediumisasi yang di kuasai hanyalah tubuhnya tetapi pikirannya tetap sadar bahkan bisa mendengar atau merekam setiap komunikasi.

Lalu kemudian timbul satu pertanyaan MENGAPA ORANG KERASUKAN CUMA MERAUNG RAUNG ATAU BERBICARA TIDAK JELAS SEDANGKAN MEDIUMIASI BISA BERBICARA SANGAT JELAS? bahkan bisa bercerita gamblang lho, kan aneh

Jika anda sering meliat TV atau Youtube tentang hal ini, pasti kalian sadar atau jangan jangan baru sadar setelah membaca artikel ini? lho iya iya kok bisa. Untuk menjawab hal ini, admin teringat tentang kegemaran kaka perempuan admin beberapa waktu silam yang hobi melihat youtube orang kerasukan dan berbicara sangat gamblang menceritakan siapa dirinya berasal dari mana dan bla bla bla, lalu…. dengan seenak jidatnya admin bilang pidio bohong ae kok ya seneng banget di lihat hahahaha

Spontan kaka saya bertanya lho kok bohongan, ini beneran dari padepokan sundul langit jero bhumi mendem telo panen semongko (becanda) sambil serius dia nyeletuk, lalu dengan enteng saya bilang “pean ngerti atau liat orang kerasukan? dia bisa berbicara jelas ndak? bisa cerita ndak?” kaka saya pun cuma menjawab “oo… iyo yo….”

Nah… mungkin bagi anda yang masih awam pasti baru kepikiran sekarang, lho iya ya kok begitu?,

Untuk memahami ini ada baiknya kita kembali pada unsur penciptaan mahluk hidup, seperti kita ketahui mahluk halus atau jin tercipta dari inti api atau cahaya yang mana dia memiliki satu bentuk wujud yaitu halus, sedangkan manusia tercipta dari bentuk padat dari inti bumi yang berarti sifatnya nyata. Sifat halus ini berari organ tubuhnya berbeda dengan organ tubuh manusia yang berwujud nyata, dalam hal ini adalah dalam tubuh manusia memiliki pita suara yang merespon untuk menciptakan suara yang akhirnya di dengar oleh telinga, sedangkan mahluk halus tidak. Terus kemudian alam manusia dan alam mahluk halus memiliki resonansi glombang yang berbeda, alam mahluk halus lebih tenang itu sebabnya manusia biasa bisa menangkap keberadaan mahluk halus jika mampu mengendalikan ketenangan pikiran serta jiwa raganya.

Kembali kepada pembahasan diatas, saya mengatakan bahwa mediumisasi adalah bohong dalam hal ini bohong dalam konteks tertentu yaitu, bohong kalau mediumisasi itu yang berbicara adalah mahluk halusnya, bohong jika yang bercerita panjang lebar adalah jin yang merasuki, itu smua adalah bohong, sebab mahluk halus itu memiliki gelombang dan alam ketenangan sangat tidak mungkin mereka bisa berbicara sangat gamblang bercerita panjang lebar, logikanya ketika anda sedang dalam keadaan tenang, santuy, rileks apakah mungkin anda bisa berbicara panjang lebar, paling lebih masuk akal kalau lagi santuy ya menyanyi . Nah mahluk halus seperti itulah alamnya, ketenangan.

Terus bagaimana fenomena mediumisasi tersebut apa itu bohongan?

Tidak, itu fenomenya nyata manusia yang di rasuki mahluk halus dengan unsur kesengajaan, namun kenapa mediator tersebut bisa bercerita panjang lebar itu bukan karena mahluk halusnya yang berbicara tetapi alam bawah sadar mediator tersebut, apakah anda pernah melihat orang di hipnotis yang bercerita panjang lebar? iyesssss seperti itulah analoginya jadi yang bercerita ketika terjadi mediasi itu bukan mahluk halusnya tetapi alam bawah sadar mediatornya yang memaksa berbicara, sebab seperti penjelasan diatas “unsur kesengajaan memasukkan mahluk halus” ini berarti ada “take and give” memberi dan menerima.

Seseorang tidak bisa menjadi mediator (dimasuki mahluk halus) jika dia tidak memiliki kemampuan supranatural, tidak memeiliki pengalaman di bidang metafisik, orang awam tidak akan pernah bisa menjadi mediator dalam mediumisasi mahluk halus karena untuk memberikan akses mahluk halus masuk kedalam tubuh adalah dengan mengosongkan pikirannya. itulah kenapa orang awam ketika pikiran kosong dia akan kerasukan

Hanya saja yang membedakan seorang meditor bisa mengendalikan pikiran dan alam bawah sadarnya, jika meditaor tidak bisa mengendalikan alam bawah sadarnya maka dia tidak akan bisa menangkap alam bawah sadarnya dan yang oasti tidak akan bisa diajak komunikasi cuma mengerang ngerang saja seperti orang kerasukan.

Lalu apakah komunikasi alam bawah sadar itu pasti atau nyata terjadi di waktu lampau? jawabanya wallohu a’lam, hanya DIA sang Maha Tau, kita boleh percaya boleh juga tidak, jika bisa di nalar oleh akal, cocok dengan sejarah boleh kita terima, tapi kalau terlalu membual dan tidak sesuai sejarah sebaiknya hati hati, karena tidak sedikit yang terkecoh sama hal ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Informasi?
Admin MPs
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa di bantu?