Belajar Metafisik Sama Tuanya Dengan Belajar Kebudayaan

Selalu Ada Cerita Menarik di Balik Quran Istanbul

Al Quran Mini atau biasa di kenal dengan Al Quran Istanbul (Stambul) merupakan al quran berbentuk mini sebesar ibu jari orang dewasa, lantas apa mungkin Al Quran sebesar itu bisa di baca? mungkin itulah kenapa selalu ada ceria menarik di balik Al Quran Istambul.

Sebelum admin membahas lebih lanjut tentang AL Quran Istambul ini, sebaiknya kita kembali ke awal terciptanya Al Quran Istanbul tersebut.

Jika melihat namanya Istanbul ini berarti suatu daerah di Turkey. Pada abad ke 16 Kerajaan islam terbesar masa itu berada pada dinasti Utsmaniyah (Ottoman) yang sebelumnya di pegang oleh dinasti Abbasiyah.

Dalam kepemimpinannya Sultan Salim II yang masa itu menjadi raja kasultanan utsmani melakukan expansi bauk di dalam maupun ke luar eropa hingga ke asia untuk memperluas kekuasaan kerajaan islam, dalam perluasan negara sudah dipastikan selalu terjadi gesekan antar negara yang berakhir dengan peperangan.

Dimasa peperangan kasultanan ottoman yang berpegang pada ajaran islam dengan negara lainnya yang masa itu secara garis besar di kuasai oleh kerajaan kristen maupun katolik seperti inggris dan roma, tidak sedikit terjadi peperangan yang di sebut dengan perang suci.

Banyak diantara kedua belah pihak yang gugur dalam peperangan dari kalangan orang islam maupun orang kristen, dalam peperangan layaknya pejuang di jalan agama yang meyakini kebenaran masing masing pasukan, dari pihak kristen dan katolik selalu memakai kalung salib (cross) semasa bertepur, sehingga ketika mereka mengalami kekalahan mereka selalu memegang salib (cross) yang ada di lehernya sebagai bentuk simbol keimanan, agar mereka yakin bahwa mereka berjuang di jalan agama, sehingga mereka mati dalam keadaan sahid sesuai kepercayaan mereka.

Lantas bagaimana dengan pasukan ottoman yang gugur dalam peperangan? mereka tidak memiliki simbol apapun sebab salah satu simbol islam adalah Al Quran yang pada masa tersebut ukurannya besar layaknya al quran pada masa sekarang.

Melihat kondisi tersebut para prajurit ottoman merasa iri dengan orang kristen yang ketika gugur dalam peperangan mereka masih sempat memegang salib di lehernya sebagai penguat iman dikala ajal menjemput. Sehingga melihat kejadian tersebut para rajurit yang merasa iri mengajukan permohonan kepada panglima perang, agar mereka di buatkan benda sebagai simbol layaknya orang kristen yang bisa di bawa kemana saja.

Saran prajurit tersebut di sampaikan ke Raja Salim II, atas pertimbangan serta hasil musyawarah kerajaan akhirnya Raja Salim II mengutus Hafiz Osman seorang seniman kaligrafi untuk membuat al quran tetapi dengan ukuran miniatur yang simpel dan bisa di bawa kemana saja.

Setelah selesai al quran berbentuk miniatur tersebut di serahkan kepada Sultan Salim II untuk di koreksi apakah sesuai pesanan Sultan mulai dari isi Al Quran 30juz hingga besarnya al quran yang di minta. Setelah melalui seleksi akhirnya di setujui bahwa Al Quran mini tersebut adalah benar al quran tanpa mengurangi isi, harokat dan tulisan yang terkandung di dalamnya layaknya al quran pada umumnya hanya saja berukuran miniatur yang bisa di buat kalung.

Akhirnya melihat banyaknya kebutuhan prajurit serta permintaan rakyat, Sultan Salim II memerintahkan untuk mencetak al quran miniatur tersebut dengan jumlah masal, tetapi dengan pembagian jenis yaitu :

  • Warna Kuning kusus untuk pesanan para guru dan ulama
  • Warna Merah kusus untuk pesanan para prajurit
  • Warna Hitam kusus untuk kalangan rakyat biasa
  • Warna Emas edisi kusus pesanan orang terhormat seperti raja, ulama tertinggi dsb

Sehingga seiring perkembangan zaman al quran mini tersebut masuk kedalam bumi nusantara karena adanya kerjasama antara kerajaan aceh dengan kasultanan ottoman dalam mengusir penjajah hindia belanda.

Jadi Al Quran Mini yang beredar saat ini adalah versi cetak dan bukan versi tulisan tangan yang di buat oleh Hafiz Osman sang seniman kaligrafi dinasti ottoman, dan di karenakan lidah orang indonesia nama al quran istanbul menjadi nama stambul (setambul)

Benarkah Istambul Kebal Api atau Senjata?

Banyak yang mengira atau meyakini bahwa stambul memiliki kekuatan sebagai kebal senjata atau kebal api, hal ini di karenakan pada masa penjajahan banyak pejuang yang memakai kalung stambul selalu lolos dari ganasnya medan pertempuran sehingga masarakat beranggapan bahwa stambul selalu memiliki kekuatan anti api atau anti sajam.

Meskipun sebagian ada stambul yang memiliki kelebihan seperti diatas namun hal tersebut sifatnya tidak mutlak, sebab awal di ciptakannya stambul bukan sebagai azimat atau sikep sebuah relic yang mengandung unsur kekuatan magis, tetapi sebagai bentuk penghormatan prajurit selama peperangan agar ketika gugur mereka meyakini bahwa dengan membawa stambul dirinya tetap berpegang pada agama, sebab stambul sendiri adalah al quran dan al quran merupakan firman Alloh yang berbentuk kitab suci pegangan umat islam.

Jadi…. mengenai kelebihan kekuatan magis yang terletak pada stambul itu tidak mutlak, meskipun ada (mengingat pada jaman peperangan memang ada yang memakai stambul memiliki kekuatan tersebut) tetapi sifatnya tidak harus, jika ada yang mengatakan bahwa stambul asli harus di tes bla bla bla itu tidak harus, kalaupun ada itu hanya berupa mendongkrak jualannya agar bernilai sangat mahal 🙂

3 Responses to Selalu Ada Cerita Menarik di Balik Quran Istanbul

    • Ilmu Ghaib says:

      tidak harus atau tidak mutlak, seperti saya jelaskan diats istanbul di buat bukan sebagai alquran yang untuk di baca tetapi sebagai pegangan seperti cross (salib) milik orang kristen, kalaupun ada yang bilang tidak bisa di baca berarti palsu, maka yang bilang itu pikirannya palsu 🙂 bisa di baca atau tidak tergantung dari beberapa sebab :
      * kualitas tinta (semakin bagus kualitas maka semakin jelas tulisannya)
      * kualitas kertas (semakin bagus jenis kertas semakin bagus hasil cetakannya)
      * kualitas pelat cetakan (semakin bagus plat cetakannya makin jelas hasilnya)
      * usia benda, semakin tua benda bukan semakin bagus tetapi semakin jelek
      paham kan maksud saya? 🙂

Follow Us