Belajar Metafisik Sama Tuanya Dengan Belajar Kebudayaan

Perkutut Sang Burung Misteri Penuh Mistis

Bagi kalangan orang jawa burung perkutut mendapat temat di dalam hati tersendiri, sebab perkutut dalam kepercayaan kejawen memiliki mitos yang erat hubungannya dengan hal hal mistis. Dalam kepercayaan orang jawa seorang lelaki belum dianggap dewasa jika belum memiliki Burung perkutut hal ini berhubungan erat dengan dengan prinsip orang jawa (pakem kejawen) yang menganut prinsip “Limo Wasto” yaitu sesuatu yang membuat hidup seorang laki laki sempurna.

Kelima hal tersebut yaitu Wisma (rumah / tempat tinggal), Curiga / Curig (Pusaka / Ilmu Ajian), Kukila (Burung), Turangga (Kuda / Kendaraan), Gangsa (gamelan / musik) dan Garwa (istri / pasangan hidup)

Diantara kelima tersebut terdapat pakem “Kukila” yaitu burung, namun orang jawa lebih condong memilih perkutut sebagai bagian kasempurno urip sebab hal ini berkaitan dengan sejarah jaman majapahit, burung perkutut milik Brawijawa V yang bernama Joko Mangu

Diceritakan dalam legenda tersebut bahwa saat zaman Kerajaan Majapahit dulu ada burung perkutut yang merupakan jelmaan Pangeran dari Pajajaran yang bernama Joko Mangu. Burung tersebut lepas dari Pajajaran dan terbang ke arah timur hingga ke Majapahit. Selanjutnya Burung Perkutut dengan nama Joko Mangu itu lepas lagi dari Majapahit dan terbang ke arah pesisir. Artinya pulung atau keberuntungan Majapahit lepas dan akhirnya menuju ke arah pesisir hingga munculah Kerajaan Demak. Dari pesisir akhirnya Joko Mangu terbang lagi dan menuju ke selatan dan ditemukan oleh Ki Ageng Paker dari Ngayogyakarta.

Jika kita mau mundur ke belakang era 90an kebelakang kita pasti ingat orang jawa tua jaman dahulu hampir rata rata rumahnya memiliki peliharaan burung perkutut di depan rumah, perkutut sendiri masih satu ras dengan Burung Merpati atau Derkuku (puter) yaitu jenis Columbidae dari gen Geopelia, sehingga Jenis ras burung ini memang di kenal sakral oleh masarakat tidak hanya di Nusantara tetapi di penjuru dunia

Jika kita mau mundur lebih jauh lagi, burung dara yang masih satu ras dengan perkutut adalah burung kesayangan putri Rosululloh (Siti Fatimah) sehingga mereka yang pernah berkunjung ke Mekkah pasti berjumpa dengan burung jenis ini berkeliaran bebas tanpa ada yang berani mengambil, melukai atau bahkan membunuhnya, mundur lebih jauh lagi jaman Nabi Isa atau Jesus Al Masih pun sama menggunakan simbol burung merpati yang di anggap kudus atau suci.

Ini berarti keyakinan orang jawa dengan islam maupun kristen memiliki kesamaan yaitu menganggap jenis burung Columbidae beserta gennya termasuk Geopilia merupakan burung yang penuh dengan mistis.

Di awal perkembangan perkutut hanya ada Lima jenis perkutut yang dianggap bertuah atau memiliki yoni diantaranya yaitu :

  • Perkutut Putih

Perkutut putih atau di sebut juga dengan Mustikaning Perkutut merupakan perkutut tertinggi derajatnya, konon Perkutut Joko mangu milik Prabu Brawijaya V adalah jenis perkutut ini, menurut kepercayaan mereka yang memiliki perkutut putih rizkinya akan dilancarkan oleh sang pencipta, mendapat kedudukan di masarakat, di mudahkan segala hajat, di jauhkan bahaya non fisik seperti serangan sihir dan sebagainya, itulah kenapa perkutut putih di sebut sebagai mustikaning perkutut

  • Perkutut Cemani

Perkutut Cemani atau perkutut hitam di sebut juga sebagai Rojoning Perkutut, auranya yang sangar membuat perkutut ini sering di buru pejabat hal ini dikarenakan menurut kepercayaan siapa yang memelihara perkutut cemani dirinya akan di segani oleh masarakat dan di jauhkan dari bahaya sihir atau tenung

  • Perkutut Songgo ratu

Perkutut jenis ini sangat sulit di peroleh, kalaupun sekarang banyak di temui harap hati hati bisa perkutut tersebut polesan tangan kreatif masarakat (alias songgo ratu aspal), ciri ciri perkutut songo ratu yaitu pada bagian atas kepala terdapat satu lembar bulu yang berdiri (jawa : Mekrok), kepercayaannya siapa yang memiliki perkutut ini maka dia akan di segani oleh masarakat, jenis perkutut pemilih (hanya pimpinan yang berhak memiliki burung ini)

  • Perkutut Pedaringan

Perkutut Pedaringan atau Pedaring kebak yaitu perkutut kalung tempuk (luriknya bertemu di leher), kepercayaan orang jawa mereka yang memelihara perkutut ini maka rizkinya akan di mudahkan oleh Sang pencipta seperti simbolnya yaitu Pedaringan (lumbung makanan) kebak (penuh)

  • Perkutut Lurah

Konon perkutut ini hanya boleh di miliki oleh lurah, camat atau bupati saja. Mengenai cirinya yang umum dia selalu bertengger di atas pohon, kalaupun makan selalu di suapin oleh perkutut lain, jika dia turun ke tanah hanya sesekali saja lebih sering ongang ongkang kaki di atas pohon, mengenai kebenarannya admin sendiri belum paham seperti apa jenis perkutut ini, sebab sampai saat ini jenis perkutut lurah bagi admin masih sebatas mitos karena belum pernah berjumpa jenis yang seperti ini

kira kira begitulah awal mula jenis perkutut yang pakem ada di tanah jawa, namun karena banyaknya peminat yang lebih memilih jenis perkutut katuranggan dan ciri mathi (memiliki ciri kusus), sekarang banyak jenis perkutut yang mulai bermunculan, mulai dari perkutut banyu mili, kantong semar, kul buntet, sriwiti dan sebagainya, bahkan pernah admin hitung jenis perkutut dengan ciri mathi ini ada sekitar 50 jenis bahkan lebih, emejing….

Terus mana yang benar?

Semuanya benar, seperti admin jelaskan diatas perkutut adalah jenis burung mistis yang penuh misteri, bukan karena perkututnya yang misteri tetapi sugesti pemiliknya lah yang membut perkutut itu misteri, saking misterinya sampai sampai konon perkutut bisa berubah menjadi ular, benarkah itu? wallohu a’lam

Sebagai tambahan admin ikut mejeng perkutut kesayangan admin agar kelihatan kalau admin adalah orang jawa sekaligus pelengkap dari Limo Wasto yaitu Curig dan Kukilo ๐Ÿ™‚

Perkutut Putih Lurikย 

 

Ciri perkutut ini mata semu merah, jika terkena sinar kelihatan merah, warna putih lurik hitam dan putih ke kuningan. Pernah ada paranormal kejawen datang ke rumah mengatakan kalau perkutut ini jenisnya Perkutut Songgo Rikmo, yang mana khodamnya (kata si mbah dukun tersebut) adalah leluhur admin (Ingat ini katanya si mbah dukun, bukan admin sendiri lho ya) ๐Ÿ™‚

Perkutut Putih Mata Merah

Perkutut putih yang biasa di kenal dengan mustikaning perkutut so specially ๐Ÿ˜‰

2 Responses to Perkutut Sang Burung Misteri Penuh Mistis

    • Ilmu Ghaib says:

      kepercayaan orang jawa dulu memang perkutut kebanyakan di pelihara oleh orang tua, mengingat pakem orang jawa baru sempurna jika sudah memiliki garwa, turangga, termasuk kukila, namun seiring perkembangan jawa jaman sekarang perkutut tidak lagi di miliki orang tua, malahan orang tua jaman sekarang sudah malas pelihara perkutut, lha wong pelihara (merawat) diri sendiri aja kesusahan apalagi mau pelihara perkutut, jadi sekarang malah anak muda yang banyak pelihara perkutut, jadi tidak masalah tua muda maupelihara perkutut selama di rawat sah sah saja

Follow Us