Get Adobe Flash player

Manfaat Air Hujan Yang Turun Pertama Kali

manfaat air hujan

Jika anda pernah membaca artikel di majalah cetak, internet atau media elektronik mengenai bahaya air hujan pertama, maka selamat datang di dunia metafisika, dunia supranatural dimana segala sesuatu bertolak belakang dengan naluri akal pikiran.

Sebagaimana admin telah jelaskan mengenai apa itu ilmu ghaib di artikel sebelumnya maka anda akan melihat artikel ini dari segi spiritual dan bukan melihat artikel ini dari segi logika.

Agar menguatkan bahwa artikel ini bertolak belakang dengan logika, admin share terlebih dahulu artikel yang saya ambil dari internet, agar pembaca lebih bijak dan bisa menilai mana, seperti firman Alloh SWT dalam hadis Qudsi “Anna fi dzonni abdi bii” artinya AKU mengikuti prasangka hambaku, terhadapKU. Jika artikel ini diyakini sebagai informasi keliru, maka tinggalkan, tapi jika diyakini bermanfaat boleh di terapkan, toh gak ada salahnya 🙂

Artikel COPAS MERDEKA

Air hujan pertama bahaya dikonsumsi, bisa menyebabkan diare

Air hujan yang pertama turun setelah musim kemarau tidak layak dikonsumsi, karena mengandung banyak partikel yang berbahaya bagi kesehatan.

“Ada baiknya jika air hujan yang pertama turun setelah musim kemarau tidak langsung digunakan, karena berbahaya bagi kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Jap di Pontianak, Kamis (13/8). Demikian tulis Antara.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan manusia membakar lahan untuk tujuan pertanian maupun industri ketika musim kemarau. Nah, asap pembakaran itulah yang mempengaruhi kondisi air hujan.

“Asap dari pembakaran lahan itu jelas akan mempengaruhi kondisi air hujan yang turun, terlebih biasanya saat musim asap, lalu turun hujan, warna air hujan yang ditampung akan berubah menjadi keruh. Hal itu dikarenakan air hujan yang turun tersebut terkontaminasi dengan partikel debu hasil dari pembakaran lahan dan jelas berbahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Untuk itu, dia menyarankan agar air itu tidak digunakan untuk kosumsi, kalau perlu tidak ditampung dalam penampungan air.

Dia menyebutkan, beberapa penyakit dapat disebabkan air hujan yang tercampur bakteri seperti diare, disentri dan lain sebagainya.

“Jika ingin menampung air hujan, sebaiknya mengambil air yang turun pada hari berikutnya. Jangan lupa juga selalu merebus air hujan jika akan diminum,” kata Andi Jap.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/air-hujan-pertama-bahaya-dikonsumsi-bisa-menyebabkan-diare.html

……………………………………….||……………………………………….

Berlainan dengan pendapat diatas, Air Hujan Pertama memiliki kelebihan yang luar biasa. Dalam kitab Tafsir Ayat Kursi karangan Syekh Al Buni, di jelaskan bahwa hujan yang turun pertama kali (setelah musim kemarau panjang) merupakan hujan yang di penuhi rahmat, penuh dengan keberkahan, dikarena dengan alasan ketika musim kemarau air menjadi sangat langka hanya rahmat Gusti Alloh SWT saja yang di butuhkan agar hujan turun ke bumi setelah sekian lama tidak turun hujan, jadi atas dasar inilah para ulama terdahulu (ulama salaf) meyakini hujan yang turun pertama kali setelah kemarau panjang adalah hujan rahmat dimana didalam setiap tetes hujan tersebut penuh dengan rahmat Ilahi yang mana memiliki khasiat yang luar biasa.

Dan masih ingat dulu waktu belajar setelah mendapat informasi tentang hujan pertama, admin beserta teman teman sekaligus kyai ikut hujan hujan, tidak peduli hujan itu turunnya tengah malam sekalipun, dan nyatanya tidak ada yang sakit meriang yang di akibatkan hujan hujan ini 🙂

Diantara khasiat hujan yang turun pertama kali adalah pengobatan medis serta mencerdaskan pikiran yang tumpul. Dalam tafsir ayat kursi di jelas, untuk mendapatkan khasiat air hujan pertama kali yang turun ke bumi di butuhkan pengetahuan, bukan asal mengambil air hujan tetapi ada caranya. Dan untungnya artikel ini di buat agar anda bisa menerapkan ilmu ini jika musim hujan datang.

Syarat ketentuan menggunakan air hujan yang turun pertama kali sebagai pengobatan, mencerdaskan pikiran dan lain lain sesuai niat dan keyakinan si pemburu air hujan.

  • Air hujan yang turun pertama kali setelah musim kemarau (biasanya hujan pertama kali tidak berlangsung lama, jadi untung untungan apakah dapat air hujannya atau tidak)
  • Air hujan yang di ambil menggunakan wadah (baskom, panci, ember atau apapun) langsung dari tempat terbuka dan air turun langsung dari langit, tidak di perkenankan mengambil air hujan dari pancuran talang rumah, tetesan dari pohon atau apapun, melainkan langsung diambil dari langit (jadi letakkan baskom atau ember segede gaban di atas genting atau di tengah tengah lapangan yang atapnya lepas langsung menghadap langit)
  • Setelah mendapat air hujan, saring air hujan terlebih dahulu dengan saringan / kapas agar air jadi bersih, sebab ketika hujan pertama turun tetesan air hujan yang mengenai bumi, pohon, atap rumah akan menerbangkan debu, dan sebagian debu yang beterbangan ini biasanya masuk kedalam baskom tadi
  • Setelah di saring dan terkumpul, air hujan jangan di rebus. Ingat… ini adalah air hujan rahmat, biarkan apa adanya (air mentah)
  • Lalu…. (karena informasi ini di dapat dari kitab tafsir ayat kursi maka) bacakan air hujan tersebut dengan bacaan ayat kursi sebanyak 313x atau 1000x dengan niat sesuai yang di inginkan.
  • Setelah di bacakan ayat kursi 313x / 1000x tiupkan dengan perasaan ke dalam air hujan tadi
  • Selanjutnya… silahkan di minumkan ke orang yang sakit, atau anak / orang yang memiliki pikiran lambat (otak bebal), Insya Alloh… berkah dari air hujan pertama yang di bacakan ayat kursi, penyakit yang di derita lekas sembuh dan otak yang bebal perlahan akan menjadi cerdas

Note :

Artikel diatas bisa saja memiliki pandangan berbeda bagi bagi setiap individu lantaran lokasi geografis, seperti ungkapan “desa mungkin lebih murni karena sedikit polusi udara dsb”. Jadi… Semua kembali pada pandangan masing masing, seperti admin uraikan diatas, jika bermanfaat tidak ada salahnya di gunakan, jika tidak tinggalkan 😊👍

One Response to Manfaat Air Hujan Yang Turun Pertama Kali

  • rani says:

    jika saya boleh berpendapat

    jadi ada dua pilihan… tapi kalo menurut saya jika di daerah yang masih pedesaan yang udaranya alami dan tidak ada polusi saya percaya dengan pendapat agan yang sesuai dalil, karena masih banyak pepohonan dan lingkungannya masih bersih…
    tapi jika di daerah perkotaan yang polusinya sangat tinggi saya percaya artikel merdeka kenapa ! karena di daerah perkotaan hujan pertama kali turun pasti banyak sekali mengandung zat yang berbahaya dan polutan.. dan itu dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Phone : +628977220099