Get Adobe Flash player

From Hero to Zero Kisah Perjalanan Spiritual Sang Jawara

Kisah perjalanan spiritual sang jawara From Hero to Zero, dari seorang yang luar biasa menjadi manusia biasa, cerita ini bukanlah kisah sebuah kepahlawanan pada umumnya layaknya sebuah film yang menceritakan manusia biasa menjadi manusia super From Zero to Hero.

Kisah ini menceritakan alur keterbalikan from Hero to Zero, namun didalamnya terdapat kesan yang sangat mendalam, mengapa hal ini layak di buat sebuah artikel.

Sebenarnya kisah ini sudah pernah admin buat, namun di karenakan website sempat down selama hampir sebulan maka seluruh artikel terpaksa di buat ulang, sesuai ingatan yang pernah admin buat sebelumnya.

Kisah Kang Kholil Putra Bungsu Kyai Soleh Sadar (From Hero to Zero)

Kyai soleh sadar merupakan seorang kyai yang hidup di masa pemerintahan belanda, beliau adalah ulama pertama yang menerbitkan Al Qur’an berbahasa jawa yang di berikan sebagai hadiah kepada Ibu kita Kartini.

Kyai Soleh Sadar memiliki beberapa anak, diantara anak anaknya ada yang menjadi seorang ulama di tanah suci makkah, ada yang menikah dengan pejabat tinggi dan ada yang menjadi manusia penting di pemerintahan, namun berbeda dengan putra bungsu Kyai Soleh yang bernama Kang Kholil.

Dari segi ekonomi, kang Kholil tidak seberuntung saudaranya, karena kang kholil memang bukanlah orang kaya atau orang penting di pemerintahan, namun meskipun demikian kang Kholil merupakan satu satunya anak kesayangan Kyai Soleh Sadar.

Kepada siapapun, kyai Soleh selalu menyanjung putra bungsunya bahwa “kang Kholil adalah putranya yang paling kecil, tetapi dia yang paling tua diantara saudara saudaranya”

Apa maksud ucapan kyai Soleh ini?

Ternyata… meskipun kang Kholil tidak di beri kelebihan dari segi kedudukan ataupun ekonomi, kang Kholil di beri kelebihan lain oleh Gusti Alloh sebuah ilmu yang tidak biasa yaitu Ilmu Tajalli taua yang biasa kita kenal dengan nama Ilmu Laduni. Ilmu Tajalli adalah ilmu yang mana seseorang memiliki kelebihan supranatural sejak dilahirkan, segala ucapannya terjadi, doa yang di rapalkan cespleng dan mampu melihat masa lalu maupun masa depan seseorang.

Apa yang membuat kang kholil begitu hebat?

Di ceritakan, ada seorang perawan tua, dimana wanita ini sudah memasuki usia kepala 4 namun belum juga ada pria yang melamarnya, di jaman itu perawan tua adalah status yang sangat menyedihkan bagi wanita dan juga merupakan sebuah kesialan bagi dirinya.

Hingga pada suatu saat wanita ini berpapasan dengan kang kholil di sebuah jalan, tiba tiba saja kang Kholil berkata “yu…. wajah sampian kelihatan sumringah dan bercahaya, wah… sampian jadi pengantin ya…”, mendengar ucapan seperti itu wanita tersebut menjawab “kang… sampian ini ada ada aja, sengaja menggoda saya ya”

Hanya sebuah perkataan diatas, tanpa di duga dan di nyana dua minggu kemudian wanita tersebut dilamar oleh seorang pria kaya raya.

Dan berbagai kelebihan lain yang terjadi secara aneh pada diri kang kholil, sehingga secara cepat tersebar berita sampai keluar kota bahwa di desa terdapat orang sakti mandra guna yang memiliki kelebihan dan ampuh daya linuwih

Wal hasil banyak orang berbindong bondong datang ke rumah kang kholil demi ngalap berkah dengan berbagai problematika hidup, dari mulai pengobatan, karir, jodoh dan sebagainya. Tamunya luar biasa banyak dari berbagai kalangan rakyat jelata hingga pegawai pemerintahan pada waktu itu

Wasiat sang Ayah

Melihat anaknya yang terkenal sakti, dan memiliki banyak tamu penting yang meminta bantuan kepada anak bungsunya hal inilah yang membuat sang ayah begitu bangga dan selalu menyanjung putranya sebagai anak yang paling kecil sekaligus sebagai anaknya yang tertua, dengan arti kang kholil memang anaknya yang paling kecil tetapi ilmunya mengalahkan saudara saudaranya yang lebih tua.

Sahdan… di suatu hari sang ayah berkata kepada anaknya “Kholil anakku… aku bangga sama kamu nak, meskipun kamu tidak seberuntung saudaramu yang lain dalam hal ekonomi, tapi aku bangga sama kamu nak, namun meskipun demikian, kamu masih memiliki satu kekurangan, coba nak… kamu cari kekuranganmu dimana dan perbaiki agar kebangganku kepadamu menjadi sempurna”, “injih ayah…” jawab kang kholil.

Mendengar perkataan sang ayah, kang kholil mulai berfikir dan mencari tau dimana letak kekurangan dirinya. Hari demi hari hingga sampai pada satu masa di mana sang ayah harus pergi untuk selama lamanya karena di panggil oleh Yang Maha Esa, dan kang kholil pun belum menemukan letak kekurangan pada dirinya sesuai pesan sang ayah semasa hidup.

Perjalanan Sang Jawara bertemu Sang Maestro

Setelah beberapa hari kematian sang Ayah, kang kholil tiba tiba hilang bak di telan bumi, bahkan tetangga sebelah rumahnya tidak mengetahui jejak keberadaan sang jawara.

Ya… kang kholil menghilang entah kemana, rumahnya yang selalu tertutup, membuat orang sekitar bertanya tanya kemana perihal kang kholil, tamu yang senantiasa datang silih berganti untuk bertemu kang kholil, harus menanggung rasa kecewa, sebab kang kholil sirna, hilang entah kemana tanpa jejak sedikitpun yang tertinggal, seluruh warga menjadi bertanya tanya kemana kang kholil, apakah dia di cokok sama tentara belanda, ataukah dia begini begitu.

Beragam spekulasi di benak warga sekitar mengingat kang kholil ikon di desa tersebut lenyap tanpa jejak, hingga satu bulan lebih lamanya kang kholil lenyap bak di telan bumi tiba tiba kang kholil datang dari bepergian dan kembali ke kampung halamannya.

Melihat kedatangan kang kholil secepat kilat berita tersebar bahwa sang jawara telah kembali, beredar spekulasi bahwa kang kholil pergi untuk memperdalam ilmu kanuragan, memperkuat ilmu kasepuhan dan berbagai spekulasi lain

Hal ini otomatis membuat gembira warga yang dulu sempat berkunjung ke rumah kang kholil, ketika kang kholil hilang tanpa jejak, dan seperti hari hari sebelumnya secapat kilat ramai warga datang yang ingin ngalap berkah seperti sebelumnya.

Namun kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, lambat laun hari demi hari tamu yang berkunjung ke rumah kang kholil semakin menyusut dan terkesan tidak ada tamu sama sekali yang datang walaupun sebatas meminta doa kesembuhan.

Berhembus kabar di kalangan warga sekitar bahwa kang kholil ilmunya sudah hilang, spekulasi mengatakan ilmunya hilang disebabkan di menghilang dari rumah beberapa bulan lalu, “o… mungkin ilmunya di buang gara gara ayahnya meninggal”, “mungkin dia menghilang dari rumah dulunya bermaksud membuang ilmunya, makanya sekarang gak bisa apa apa” dan berbagai desas desus gak jelas lainnya.

Terkuaknya Sebuah Kebenaran

Melihat maraknya desas desus yang beredar, membuat ketua RT mencoba meluruskan dengan bertamu ke rumah kang kholil untuk mencari kebenaran perihal yang telah terjadi.

Ketua RT : Assalamu’alaikum

Kang Kholil : Walaikum salam, wah pak RT monggo silahkan masuk

Ketua RT : Sebelumnya Ngapunten kang, begini… pertama tama kedatangan saya kesini ingin silaturrahmi

Kang Kholil : Injih pak …. matur nuwun sudah singgah di rumah saya

Ketua RT : Yang kedua saya ingin meluruskan desas desus yang beredar di sekitar warga, apa benar kang kholil sudah tidak sakti lagi, mengingat kok kegiatan yang dulu sempet ramai sekarang malah sepi oblang oblang

Kang Kholil : O… itu, ngapunten sebelumnya, semua itu ada alasannya mengapa saya tidak menerima tamu lagi untuk urusan yang berurusan dengan mistis

Ketua RT : nah… itu alasannya apa agar warga tidak membuat berita yang tidak tidak

Kang Kholil : jadi begini pak RT……

 ………………………. kembali beberapa minggu yang lalu ……………………..

setelah beberapa hari kematian ayahnya (Kyai Soleh Sadar) kang Kholil bermimpi bertemu almarhum ayahnya, dalam mimpi tersebut kyai Soleh bertanya kepada putra kesayangannya “Kholil anakku apa engkau sudah menemukan di mana kekuranganmu?”, “belum ayah, sampai saat ini saya belum menemukan di mana letak kekurangan saya, sesuai yang ayah maksud” jawab kang kholil di dalam mimpinya.

“kholil,…. coba kamu pergi ke sebuah desa yang bernama Selo, carilah seseorang yang bernama Mbah Dirgo, bergurulah kepadanya, agar kamu tau di mana kekuranganmu. Mbah Dirgo ini bukan orang sembarangan anakku, dia adalah wali agung di jaman ini, dia kekasih Alloh, auliya’ yang sangat tinggi maqamnya di jaman saat ini, usianya 127 tahun, carilah dia dan belajarlah agar kamu tau di mana letak kekuranganmu” nasehat kyai Soleh dalam mimpi kang kholil

Setelah kejadian yang di alami semasa tidur, kang kholil bergegas pergi menuju kampung bernama Selo untuk mencari seseorang yang bernama Mbah Dirgo sesuai pesan almarhum ayahandanya di alam mimpi, karena terburu buru inilah yang menyebabkan kang kholil lupa berpesan kepada sudara atau tetangganya, sehingga warga sekitar mengira kang kholil lenyap karena suatu hal

Butuh perjalanan 2-3 hari kang kholil menuju kampung Selo dari kediamannya. Sesampainya di kampung Selo kang kholil pun bertanya kepada penduduk setempat perihal seseorang yang bernama Mbah Dirgo dengan ciri ciri orangnya sudah sangat tua mengingat usianya 127 tahun sesuai petunjuk mimpi yang di sampaikan ayahandanya, dari satu penduduk ke penduduk lainnya kang kholil bertanya perihal Mbah Dirgo, namun tidak satupun diantara mereka mengenal sosok Mbah Dirgo

Hampir sebulan lamanya kang kholil mencari sosok Mbah Dirgo, dari satu rumah kerumah lainnya, dari satu musollah ke musollah lainnya tidak satupun diantara penduduk yang mengenal sosok Mbah Dirgo, capek, letih, lesu dan hampir putus asah kang kholil mencari sosok Mbah Dirgo, hampir sebulan lamanya tidak satupun yang mengetahui keberadaannya.

Di tengah keputus asaannya, kang kholil bertemu sosok lelaki tua berusia sekitar 70 tahunan. dengan pakaian kusut sambil mententeng sebuah bekal di belakangnya, persis seorang pemulung sampah atau seorang gelandangan, kang kholilpun tanpa malu bertanya kepada lelaki tua tersebut perihal sosok Mbah Dirgo dengan ciri ciri seperti yang di sampaikan almarhum ayahnya.

Laki laki tua itupun berkata “Nak… kalau kamu mencari sosok seperti yang kamu sebutkan tadi, tidak ada sosok dengan nama Mbah Dirgo di desa sini, tapi…. kalau kamu bertujuan untuk belajar seperti katamu tadi, coba kamu jalan saja lurus nanti sampai perkebunan ada pertigaan kamu belok kiri, nah tidak jauh dari situ ada pekebunan kamu lurus saja nanti kamu akan bertemu dengan perkampungan kecil, tapi jangan kaget perkampungan tersebut tidak seper’ti perkampungan pada umumnya, karena bangunannya mirip gubug ketimbang rumah yang terbuat dari batu bata”, “coba saja kamu ke sana, barang kali saja kamu menemukan orang yang kamu cari di sana, barang kali saja lho ya karena saya sendiri tidak tau siapa yang kamu cari”

Mendengar ucapan lelaki tua tadi, kang kholil pun menuju tempat seperti yang di arahkan sama lelaki tua tadi, dan benar saja tidak jauh dari perkebunan yang di lewati terdpat sebuah kampung kecil dengan beberapa bangunan rumah yang lebih cocok di sebut gubug ketimbang rumah, kang kholilpun menuju ke kampung tersebut disana kang kholil melihat terdapat bangunan mirip seperti sebuah musollah dan di dalam mushollah tersebut nampak beberapa orang sedang berkumpul.

Ya…. benar dugaan kang kholil, orang orang tersebut sedang mengaji kepada seseorang, namun… ada pandangan menarik disini. Nampak beberapa orang tua dengan pakaian serba putih memakai sorban dan berpeci dengan kisaran berusia 60-80 tahun duduk bersila memutari seorang pemuda yang usianya sekitar 19-23 tahunan, benar sekali…. para orang tua tersebut belajar mengaji kepada anak muda, sungguh pemandangan unik dan belum pernah dilihat kang kholil sebelumnya, kakek kakek dengan penampilan seperti kyai belajar mengaji kepada anak muda yang usianya terpaut sangat jauh. Yang lebih mengherankan anak muda ini tutur katanya halus sekali, ucapannya penuh makna dan sangat berkelas, sangat kontras sekali jika di bandingkan dengan ucapan anak seumuran dengannya

Rasa penasaran kang kholil pun muncul, dengan memberanikan diri kang kholil mendekati kerumunan tersebut, “assalamu’alaikum” salam kang kholil, “waalaikum salam” jawab kerumunan tersebut. “ah… ada tamu rupanya, monggo silahkan duduk disini, ada apa kiranya kang mas datang ke gubug reot ini” tanya pemuda tadi. “ngapunten, mohon maaf bolehkah saya ikut belajar di sini?” tanya kang kholil, “oh monggo silahkan, siapapun boleh belajar bersama sama disini, monggo duduk nimbrung bareng disini biar rame” jawab pemuda tadi.

Akhirnya kang kholil ikut nimbrung bareng di musollah tersebut. Di benak kang kholil timbul banyak pertanyaan, siapa pemuda ini sampai sampai orang tua yang nampak seperti kyai ini rela belajar kepadanya. Mulailah timbul keinginan kang kholil mencari tau siapa pemuda ini, dari kerumunan tersebut kang kholil mengeluarkan “ilmu terkuatnya” yaitu Ilmu Tajalli alias Ilmu Laduni, dengan daya konsentrasi tinggi dilihatlah punggung pemuda tadi dari kejauhan (biasanya dengan tehnik seperti ini kang kholil bisa melihat masa lalu seseorang), hasilnya nihil… tidak nampak apapun selain kekosongan, pantang menyerah ganti obyek pemandangan, dilihat lagi di bagian dada pemuda tersebut (tehnik ini merupakan tehnik untuk melihat apa yang di ucapkan hati seseorang, jadi jika seseorang berkata dalam hati kang kholil bisa mengetahui dengan tehnik ini), hasilnya…… nihil tidak nampak apa apa selain kekosongan belaka, tehnik pun di ubah lagi kang kholil memperhatikan kepala pemuda tersebut (tehnik ini bertujuan untuk membaca pikiran seseorang, jika seseorang berfikir sesuatu kang kholil bisa mengetahui layaknya film bergerak diatas kepalanya) lagi lagi… hasilnya nihil.

Kang kholilpun makin penasaran dengan pemuda tersebut, apakah dia Mbah Dirgo yang di maksud oleh almarhum ayahandanya, atau bukan. Lalu kenapa kang kholil tidak bisa melihat apa apa pada diri pemuda tersebut, siapa pemuda ini sebenarnya? pikir kang kholil keras

Lalu… kang kholil mengeluarkan tehnik terakhirnya yang paling tinggi yaitu melihat masa depan seseorang, dengan daya konsentrasi tinggi, fokus untuk satu tujuan dilihatlah kening pemuda tersebut, untuk mencari tau masa depan pemuda ini seperti apa. Namun… alangkah kagetnya kang kholil dengan apa yang di lihatnya, hatinya berdegup tidak karuan, pikirannya kacau, fisiknya mulai tidak tenang atas apa yang di lihatnya.

Apa…???? ada apa ini….!!! siapa pemuda ini sebenarnya??? pikiran kang kholil kacau dengan apa yang di lihatnya, betapa tidak ketika kang kholil berusaha melihat masa depan pemuda tersebut, di kening pemuda tadi muncul tulisan dalam bahasa arab “AHLU NARR” yang berarti “AHLI NERAKA”, siapa dia kenapa di keningnya ada tulisan tersebut???

Hati kang kholil pun kalut, selama mengikuti pengajian di mushollah pikiran dan hatinya tidak menentu penuh tanda tanya, apakah dia Mbah Dirgo yang di maksud oleh ayahnya, kenapa penampilannya tidak nampak seperti orang berusia 127 tahun malah lebih cocok jika dia di sebut anak muda yang baru dewasa, lalu kenapa di keningnya muncul tadi mengerikan seperti itu.

Seusai pengajian, kang kholil pun berusaha mencari tahu siapa sebenarnya pemuda tersebut, ilmu apa yang di miliki sampai sampai sesepuh layaknya kyai berguru kepadanya, bertanya ke kemari ke penghuni kampung gubug tersebut dengan maksud memperjelas siapa sebenarnya Mbah Dirgo, namun informasinya simpang siur, tak satupun diantara penghuni kampung gubug mengetahui secara penuh siapa si pemuda guru para sesepuh tadi, ada yang berkata mbah kholil tidak memiliki amalan apa apa, ada yang bilang amalannya biasa saja layaknya orang biasa, ada yang bilang dia memiliki ilmu khusus dimana pada waktu khusus dia melakukan tapa brata di bawah pohon besar dan berbagai pendapat yang tanpa kepastian kebenarannya.

Waktu pun mulai larut malam, selesai sholat isya kang kholil termenung di mushollah mememikirkan kejadian seharian ini, pandangannya kosong tidak tau harus bertanya kepada siapa lagi dia harus bertanya, tentang siapa sebenarnya pemuda guru para sesepuh tadi. Dalam keadaan merenung tiba tiba muncul pemuda tadi menyapa kang kholil. “Kang kholil ya..!!” tanya si pemuda, “eh iya…. maaf tidak sadar njenengan ada disini” jawab kang kholil, “oh.. tidak apa apa, kang kholil belum mengantuk malam malam sendirian termenung disini” tanya si pemuda, “belum…. mengantuk, tidak terbiasa tidur jam segini” jawab kang kholil, “ouwh…. kalau begitu kang kholil ikut saya yuk, jalan jalan” pinta si pemuda tadi, “injih…. mari” timbal kang kholil.

Kang kholil pun bangkit dari tempat duduknya mengikuti si pemuda tadi, “kang kholil tunggu sebentar ya, saya mau ganti pakain dulu” kata si pemuda, “iya… gus” timpal kang kholil. Lalu si pemuda tadi masuk ke dalam gubugnya, untuk berganti pakaian. Begitu selesai batapa terkejutnya kang kholil, karena si pemuda tadi berganti pakaian berdandan necis, stylis, gaya up to date, persis penampilan anak muda yang hendak pergi berkencan, rambutnya klimis, pakaiannya di masukkan kedalam celana, wes pokok e mirip pemuda lagi kasmaran dengan seorang wanita, dan malam itu malam seolah olah dimana si pemuda sedang ada acara kencan dengan kekasihnya.

Meski demikian kang kholil hanya bisa diam tidak berani berkata apa apa, “ayo kang… kita berangkat”. Disepanjang jalan kang kholil hanya diam saja mengikuti pemuda tadi, hingga tiba tiba ketika sampai di pertigaan jalan, pemuda tersebut tiba tiba menghilang dari pandangan kang kholil, ya… pemuda lenyap bak hantu di kegelapan malam. Kang kholil pun celingukan, menengok ke kiri ke kanan depan belakang, dimana sosok pemuda tadi tiba tiba menghilang tepat di hapannya.

Kang kholil mencari di sepanjang jalan yang di lalui, tapi tidak ketemu, lalu tiba tiba dari kejauhan nampak warung remang remang di tengah kegelapan malam di pinggir jalan, “apa mungkin gus tadi berada di warung tersebut” gumam kang kholil, tiba tiba terdengan suara dari dalam warung tersebut “kang… ayo sini”, ya… itu adalah suara si pemuda tadi, dan ternyata benar pemuda tadi berada di warung tersebut.

Kang kholil pun menghampiri warung tersebut, nampak beberapa orang disana sedang bercengkarama bersenda gurau sesekali meminum kopi dan merokok, tetapi ada pemandangan unik di sana, ternyata penjualnya adalah wanita paruh baya di bantu dengan wanita muda, tetapi penampilannya mirip pemain ludruk, make-upnya sangat tebal entah yang di pakai itu bedak atau tepung kanji sampai sampai wajahnya kelihatan putih wow, mungkin memang di jaman tersebut bedak tidak secaggih seperti jaman sekarang.

Kang kholil pun ikutan nimbrug di warung tersebut sesembari mendengarkan obrolan di warung, ketawa ketiwi khas obrol orang warung, dan si pemuda sangat enjoy menikmati moment tersebut. Saking larutnya dalam obrolan tak terasa waktu sudah menujukkan hampir subuh. “wah.. kang sudah hampir subuh, kita balik yuk” kata si pemuda, “eh iya.., monggo kita balik” jawab kang kholil.

Lalu mereka berdua berpamitan pulang, di tengah perjalanan si pemuda berkata “kang… waktunya tidak sampai nih kalau kita lewat jalan tadi, keburu adzan subuh, kita lewat jalan pintas saja ya kang”, “iya gus terserah njenengan” jawab kang kholil. Lalu mereka berdua melewati jalan pintas menuju kampung gubug mereka, tapi siapa sangka jalan pintas yang di maksud adalah jalan yang harus menyebrangi sungai.

“Ayo kang… lewat sini” kata si pemuda, “lewat mana gus?” tanya kang kholil,”ya lewat sini, kampung kita kan di seberang sungai jadi lebih cepat lewat sini, ayo kang keburu subuh” jawab si pemuda. Kang kholipun berfikir “lha masak iya lewat sungai, masak berenang di sungai pagi buta kayak gini, dingin banget lagi airnya” tiba tiba kang kholil melihat pandangan luar biasa, pemuda tadi ternyata berjalan diatas air layaknya berjalan di daratan, suatu pemandangan tak lazim ada manusia berjalan diatas air “ayo kang..” “eh iya gus…” jawab kang kholil mengikuti perjalanan pemuda tadi yang berjalan diatas air, “byurrrrr” kang kholil tenggelam, ya… kang kholil yang di beri kemampuan supranatural dan kesaktian tidak bisa mengikuti si pemuda tadi yang mampu berjalan diatas air, terpaksa kang kholil pun berenang menyebrangi sungai.

Sesampainya di tepi sungai si pemuda menunggu kang kholil, nampak tubuh kang kholil kedinginan menggigil karena memang air sungainya sangat dingin. Sambil tersenyum si pemuda tadi berkata “gimana kang kholil, akang tidak apa apa?” “iyyya guzzzz” jawab kang kholil menggigil, “apa hikmah dari perjalanan kita ini kang?” tanya si pemuda, kang kholil hanya bisa munduk, malu, menggigil kedinginan karena kemampuan kang kholil tidak ada apa apanya dengan si pemuda tersebut.

“Kang kholil tau siapa mereka tadi yang ada di warung?, mereka adalah orang biasa dengan pekerjaan biasa, ada yang bekerja sebagai petani, ada yang sebagai pembantu di sawah dan lainnya, kang kholil tau kenapa saya suka di warung tadi? itu karena mereka tidak memiliki apa apa untuk di banggakan, kita ngobrol ngalor ngidul ketawa ketiwi tetapi pikiran hati mereka lepas, tidak ada rasa membanggakan diri, tidak ada rasa siapa lebih hebat,  siapa lebih pintar atau siapa yang lebih kaya, semuanya merasa kalau mereka sama”

“kenapa kang kholil mencari saya? itu di karenakan mimpi kang kholil bukan?” tanya si pemuda, “lalu kenapa kang kang kholil ragu dengan saya, itu karena kang kholil melihat di kening saya bertuliskan AHLI NERAKA bukan?”. betapa kagetnya kang kholil ternyata si pemuda tau persis semua kejadian yang dialaminya.

“kang kholil… kang kholil, njenengan jauh jauh mencari saya, berjalan berhari hari, hampir sebulan lamanya mencari saya untuk mencari kebebaran dan mencari tau dimana letak kekurang kang kholil, begitu ketemu kang kholil malah sangsi, ragu dengan apa yang kang kholil lihat, niat awal kang kholil untuk belajar malah berbalik ingin menjadi detektif menyelidiki seseorang” ucap si pemuda sambil tersenyum

“ketahuilah kang… ketika kang kholil melihat di dahi saya bertuliskan AHLI NERAKA, apa yang terbesit di hati kang kholil, apakah kelak saya masuk neraka?, bagi saya kang… entah nanti saya masuk neraka atau surga itu bukan urusan saya, surga neraka itu hak prerogratif Gusti Alloh, tugas saya hanyalah mengabdi kepadaNYA dengan sebaik baiknya, urusan pahala, perkara surga neraka itu bukan prioritas saya, perioritas saya hanya satu yaitu apa yang saya lakukan di dunia ini Gusti Alloh Meridloinya, hanya itu saja, saya cuma mencari ridlo Alloh agar saya mendapat RahmatNYA bukan yang lainnya kang”

“Ketahulah kang, kang kholil di beri kelebihan oleh Gusti Alloh itu merupakan suatu hal yang luar biasa, seribu satu manusia di dunia ini di beri kelebihan sepeti kang kholil, tapi kang… kelebihan yang di berikan kepada kang kholil bisa menjadi sebuah anugrah bisa juga menjadi sebuah petaka bagi kang kholil,  sedikit saja terbesit ada rasa hebat di hati kang kholil, sedikti saja ada rasa sombong atas kelebihan kang kholil, hangus semua amal ibadah kang kholil, itulah kenapa saya mengajak kang kholil ke warung tadi, agar kang kholil belajar ternyata manjadi manusia biasa yang tidak mengetahui apa apa, yang tidak memiliki apa apa itu menyenangkan, tidak ada rasa iri di hatinya, tidak ada rasa pamer di benaknya, tidak ada rasa merasa hebat dari yang lainnya, bagi mereka apa yang perlu di sombongkan tidak ada makanya mereka bisa tertawa lepas sesamanya, tidak malu dengan kedudukannya tidak sungkan dengan siapa dia siapa lawan bicaranya”

“sedangkan saya dan kang kholil, bisa jadi sedikit kelebihan yang kita punya membuat kita lupa diri sehingga memunculkan rasa pamer, sombong dan membanggakan diri sendiri, bukankah ini satu satunya dosa yang paling berbahaya diantara sekian ratus jenis dosa yang ada, jadi kang… HATI HATI…, HATI HATI… kang  sekali lagi HATI HATI….(perkatan hati hati ini bolak balik di ucapkan oleh si pemuda tadi) dengan segala kelebohan yang kang kholil miliki, terserah kang kholil menilai saya bagaimana, apakah kelak saya termasuk AHLI NERAKA atau tidak, itu bukan sesuatu yang saya takutkan, yang saya takutkan adalah perbuatan saya di dunia tidak di ridholi oleh Gusti Alloh, jadi HATI HATI kang…. saya berpesan lagi HATI HATI… dengan apa yang kang kholil miliki”…pssstttt clap….

Tiba tiba si pemuda tadi lenyap tepat dari hadapan kang kholil, kang kholil hanya bisa berfikir merenung, heran, takjub, kaget, bimbang dan lain sebagainya menjadi satu, semua ucapannya menusuk di hati sanubari kang kholil, sambil badan menggigil kedinginan kang kholil berjalan menelusui sungai menuju kampung gubug. Sesampainya di tempat yang di tuju kang kholil bingung, celingukan ke kiri ke kanan. Ya… kampung gubug hilang, kampung yang tadinya di penuhi rumah terbuat dari gubug tiba tiba berubah menjadi rumah tembok, musollah yang tadinya nampak sederhana lenyap yang ada bangunan masjid megah magrong magrong

Kang kholil pun bertanya di mana kampung gubug, di mana penduduk kampung gubug, di mana mbah dirgo, di mana si pemuda, di mana….? di mana….?? di mana…??? lagi lagi tak satupun diantara orang yang di temui mengenal dan mengerti apa yang di ucapkan kang kholil, malah kang kholil dianggap orang gak waras yang habis kecemplung di sungai

Kalut pikiran kang kholil banyak pertanyanan “siapa, mengapa, apa yang terjadi” sambil berjalan tak tentu menelusuri jalan perkampungan kang kholil bertemu lelaki tua dengan baju kusut, ya… lelaki tua ini adalah laki laki yang menunjukkan arah ke kampung gubung kemarin.

“kang kholil tidak apa apa?, ini pakaian silahkan di pakai biar kang kholil tidak kedinginan” ucap lelaki tua, kang kholil pun heran kok bisa tau namanya, padahal sejak bertemu kemarin kang kholil belum mengenalkan siapa dirinya. “kang kholil pulang saja tidak usah mencari mbah dirgo lagi, sebab si mbah sudah berpesan untuk kang kholil, bahwa kang kholil sudah mendapatkan ilmu yang sangat banyak dari mbah dirgo, jadi kang kholil pulang saja ya” ucap si lekaki tua ke pada kang kholil, belum lagi menjawab pssttt clap….!!! lelaki tua tiba tiba lelaki tersebut hilang di hadapan kang kholil.

Lalu kang kholil pun kembali pulang ke rumahnya sampai terjadilah kejadian desas desus yang beredar di kampung halamannya

Kang Kholil : begitulah pak RT kira kira kejadiannya, saya mendapatkan ilmu dan menemukan di mana letak kekurangan saya sesuai wasiat almarhum ayahanda, jadi sekarang saya berusaha menjadi orang biasa, dengan aktifitas layaknya masarakat biasa lainnya, solat, mengajar ngaji anak kecil, ke sawah istirahat, tidak ada lagi kegiatan yang mungkin bisa membuat saya menjadi orang sombong, membanggakan diri karena ilmu dan sebagainya

……………………………………… tamat…………………………………………..

Pesan Moral

pesan moral dari artikel ini adalah, jika ilmu atau kepandaian saja bisa mencelakanmu apalagi harta, tahta, dan sebagainya. Tidak masalah kita menjadi orang hebat, atau orang sakti (toh faktanya mbah dirgo lebih sakti dari kang kholil) atau kita menjadi orang terkenal kaya raya, selama kita rendah diri, mengaca pada diri sendiri dan selalu ingat bahwa kita hanyalah manusia yang tidak memiliki apa apa sebab hakikatnya semua itu hanyalah titpan dari Gusti Alloh, jika sudah demikian Insya Alloh kita akan diajuhkan dari sifat sombong dan membanggakan diri sendiri, sebab kedua masalah ini adalah akar dari sikap semena mena yang akan merugikan diri sendiri terlebih orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Phone : +628977220099