Get Adobe Flash player

Belajar Ilmu Ghaib Tanpa Guru

Seperti kita ketahui bahwa, Ilmu Ghaib adalah ilmu yang bersinanggungan dengan hal hal di luar akal pikiran, hal hal yang berhubungan dengan mistis dan spiritual untuk mencapai kelebihan di bidang supranatural. Masih dalam hal berhubungan dengan Ilmu Ghaib, muncul sebuah pertanyaan Bisakah Seseorang Belajar Ilmu Ghaib Tanpa Guru?, atau sederhananya bisakah seseorang memiliki ilmu ghaib tanpa guru pembimbing?

Sebelum admin membahas pertanyaan diatas, terlebih dahulu admin menjelasakan posisi guru dalam belajar ilmu ghaib.

Guru berasal dari bahasa jawa dengan filosofi “di Gugu ugo di tiRu” yang artinya, ucapannya, perilakunya, tata kramanya serta kehidupannya, senantiasa akan dilihat, di nilai, di pelajari oleh seorang murid yang pada akhirnya akan di tiru dan di terapkan dalam keseharian si murid.

Dalam dunia Ilmu Ghaib posisi seorang guru layaknya guru pengajar dan pembimbing di sekolah atau universitas, yakni bertugas sebagai penuntun seorang murid untuk mencapai taraf keilmuan yang di pelajari, sesusai kapasitas pemahaman seorang murid.

Dengan adanya seorang guru dalam menuntut ilmu maka kemungkinan besar seorang murid akan memahami dan mengerti atas ilmu yang di pelajari.

Namun ketika seorang murid memutuskan ingin belajar ilmu tanpa bimbingan guru, apakah itu mungkin?

IYA itu MUNGKIN, dengan catatan murid memahami kapasitas ilmu yang di pelajari, memahami tingkat resiko kesulitan ilmu yang di pelajari, serta mampu menguraikan makna arti dari ilmu yang di pelajari, maka hal itu memungkinkan murid mempelajari ilmu tanpa bimbingan seorang guru.

Namun jika seorang murid belum memiliki kapastias diatas, maka posisi guru sangatlah di butuhkan.

Begitu juga dengan belajar Ilmu Ghaib, seseorang sah sah saja belajar ilmu ghaib tanpa guru, dengan kata lain cukup membeli buku di toko buku seperti kitab primbon, mujarobat, intisari hikmah atau buku sejenisnya, lalu di pelajari sendiri.

Namun kesemuanya itu dengan catatan anda sebagai seorang pelajar “mampu memahami” isi kandungan yang terdapat di dalamnya, minimal anda memiliki “basic” dibidang spiritual, dengan adanya basic tersebut anda mungkin bisa mengetahui batas kemampuan diri anda, batas pemahaman anda, batas tingkat keilmuan yang anda pelajari, sehingga anda memiliki batas dalam mengontrol ilmu yang anda pelajari sendiri.

Namun jika anda sebagai seorang pemula yang sama sekali tidak memiliki basic apa apa dalam hal spiritual, jangan sekali kali mempelajari ilmu ghaib tanpa bimbingan seorang guru, sebab terkadang buku yang di jual bebas di toko terdapat salah cetak dan itu seringkali terjadi salah cetak, bayangkan saja anda mempelajari ilmu spiritual yang berhubungan dengan ilmu jiwa, jika salah dalam penerapan akibat salah intruksi karena salah cetak bisa bisa anda mengalami sakit jiwa.

Tidak sedikit seseorang yang belajar ilmu ghaib tanpa guru mengalami gangguan kejiwaan, hal ini di karenakan kapasitas mereka belum mampu memahami apa yang terkandung di dalam kitab yang di pelajari, terlebih memahami kapasitas dirinya sendiri.

Jadi… sah sah saja belajar ilmu ghaib tanpa guru, namun sangat dianjurkan bahkan amat sangat di sarankan belajar ilmu ghaib atau ilmu spiritual di dampingi oleh guru pembimbing, sebab tugas guru dalam belajar ilmu ghaib bukan hanya sebagai penunjuk arah tetapi juga sebagai pengawas agar anda tidak “kebablasan” dalam mempelajari ilmu ghaib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WA/LINE/TELP : +628977220099 BBM PIN : D0E45FA9 super.majapahitsakti@gmail.com