Get Adobe Flash player

Peranan Kembang Dalam Dunia Spiritual

Pernahkah anda berfikir mengapa dalam dunia spiritual atau ritual dalam menjalankan ilmu ghaib selalu (kebanyakan) menggunakan sarana umboi rampe (kembang ritual)?, hal ini di karenakan setiap dari kembang tersebut memiliki makna dan filosofi sesuai dengan maksud tujuan sang pelaku spiritual.

Seperti halnya pada pengisian di majapahitsakti, setiap peserta pengisian di sarankan untuk melakukan mandi kembang terlebih dahulu sebelm pengaktifan energi oleh tim majapahitsakti, hal ini memiliki maksud dan tujuan sesuai dengan filososi kembang yang di gunakan

Adapun makna-makna bunga tersebut yang sarat akan makna filosofis adalah sbb :

1. Kembang KANTHIL, singkatan dari KANTHI LAKU TANSAH KUMANTHIL, Simbol pengingat dengan laku ritual (berdoa, sembahyang, ibadah, semedi) apapun yang di inginkan bakal kumantil (mengikuti si pelaku ritual). Dalam setiap laku ritual kembang kantil selalu di ikutkan, hal ini sesuai filosofinya yaitu ritual apapun bakal menuai hasil Kanthi Laku (dengan laku ritual) Tansah Kumanthil (bakal mengikuti si pelaku ritual)

kembang kantil ini merupakan salah satu kembang wajib yang biasa di pakai oleh pelaku ilmu ghaib, terlebih ilmu pelet

  1. Kembang MELATHI, singkatan dari RASA MELAT SAKA NJERO ATI. Artinya adalah dalam berucap dan berbicara hendaknya kita selalu mengandung ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin haruslah selalu sama, hal inilah yang menjadi pegangan para pelaku supranatural agar mencapai taraf “kasepuhan” seseorang pelaku ilmu ghaib harus bisa menjaga ucapannya agar memiliki ilmu “sabda dadi” opo seng dadi pangucap bakal terjadi, dikarenakan ucapannya sesuai dengan kehendak hatinya
  2. Kembang KENANGA, atau Keneng-a yang artinya Capailah segala keluhuran, Bermakna filosofis agar supaya setiap hasil ritual tercapai dengan gemilang, luhur dan berkah sesuai dengan filosofi kembang kenanga
  3. Kembang MAWAR, Mawi-Arsa  yang berarti Dengan kehendak atau niat. Mawar, atau awar-awar ben tawar (supaya menjadi tawar), maksud filosofinya segala bentuk tipu daya manusia maupun mahluk halus akan menjadi tawar alias mentah dengan menggunakan kembang mawar. Kembang mawar biasanya di gunakan sebagai sarana pengobatan, buka aura serta netralisir aura negatif, itulah kenapa dalam tradisi jawa seorang oengantin sebelum melakukan pernikahan hartus di mandikan dengan air kembang mawar, dengan harapan agar nantinya setelah menikah segala hal negatif yang pernah di lakukan sebelum pernikahan hilang dengan sarana kembang mawar.

Mawar Merah

Mawar melambangkan proses terjadinya atau lahirnya diri kita ke dunia fana. Yakni lambang dumadine jalma menungsa melalui langkah Triwikrama. Mawar merah melambangkan ibu. Ibu adalah tempat per-empu-an di dalam mana jiwa-raga kita diukir. Dalam bancakan weton dilambangkan juga berupa bubur merah (bubur manis gula jawa).

Mawar Putih

Mawar putih adalah perlambang dari bapa yang meretas roh kita menjadi ada. Dalam lingkup makrokosmos, Bapanya adalah Bapa langit, Ibunya adalah Ibu Bumi. Bapanya jiwa bangsa Indonesia, Ibunya adalah nusantara Ibu Pertiwi.  Keduanya mencetak “pancer” atau guru sejati kita. Maka, pancer kita adalah pancerku kang ana sa ngisore langit, lan pancerku kang ana sa nduwure bumi.  Sang Bapa dalam bancakan weton dilambangkan pula berupa bubur putih (santan kelapa). Lalu kedua bubur merah dan putih, disilangkan, ditumpuk, dijejer, merupakan lambang dari percampuran raga antara Bapa dan Ibu. Percampuran ragawi yang diikat oleh rasa sejati, dan jiwa yang penuh cinta kasih yang mulia, sebagai pasangan hidup yang seiring dan sejalan. Perpaduan ini diharapkanmenghasilkan bibit regenerasi yang berkwalitas unggul. Dalam jagad makro, keselarasan dan keharmonisan antara bumi dan langit menjadukan keseimbangan alam yang selalu melahirkan berkah agung, berupa ketentraman, kedamaian, kebahagiaan kepada seluruh penghuninya. Melahirkan suatu negeri yang tiada musibah dan bencana, subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja.

Kembang Telon

Terdiri tiga macam bunga. Bisa menggunakan bunga mawar putih, mawar merah, dan kanthil. Atau mawar, melati, kenanga. Atau mawar, melati, kantil. Telon berasal dari kata telu (tiga). Dengan harapan agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna). Sugih banda, sugih ngelmu, sugih kuasa.

 

Kembang Tujuh Rupa

Berupa kembang setaman ditambah jenis bunga-bunga lainnya sampai berjumlah 7 macam. Lebih sempurna bila di antara kembang tersebut terdapat kembang wora-wari bang. Atau sejenis bunga sepatu yang wujudnya tidak mekar, tetapi bergulung/gilig memanjang (seperti gulungan bulat memanjang berwarna merah). Ciri lainya jika pangkal bunga dihisap akan terasa segar manis.  Kembang tujuh rupa, dimaksudkan supaya apa yang sedang menjadi tujuan hidupnya dapat terkabul dan terlaksana. Tujuh (Jawa; pitu) bermakna sebuah harapan untuk mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari tuhan yang Mahakuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WA/LINE/TELP : +628977220099 BBM PIN : D0E45FA9 banyusucie@yahoo.com