Amalan Membuka Mata Batin (Terawangan)

Terawangan memang sangat menarik untuk di bahas, sebab tidak lengkap jika seseorang mempelajari ilmu ghaib namun tidak mempelajari ilmu terawangan.

Terawangan berasal dari kata terawangan atau menerawang, yaitu melihat suatu benda / bentuk dengan penglihatan yang lain, atau sederhananya kita melihat suatu benda (contohnya) pohon tetapi yang dilihat bukan wujud fisik dari pohon itu sendiri melainkan wujud lainnya.

Ilmu Terawangan disebut juga dengan ilmu teropong, layaknya sifat teropong yang melihat pada satu objek tertentu (fokus pada pemandangan tertentu) maka terawangan pun demikian. Simplenya jika menerawang sesuatu maka yang di terawang adalah fokus pada apa yang dilihat saja, contohnya jika ada yang menerawang benda bertuah (batu misalnya) maka ketika menerawang akan fokus pada satu tujuan yaitu “apakah benda tersebut memiliki khodam“, “apakah fungsi benda tersebut dll” tidak bisa menerawang secara detail, contohnya menerawang ini batu khadamnya begini, dia memiliki begini, kemampuannya begini, didapat dari begini, wujudnya begini dan detail lainnya, walaupun menerawang seperti itu bisa semuanya harus dilakukan secara terpisah atau harus di lakukan penerawangan secara terpisah karena terfokus pada satu penampakan semata.

Apakah ilmu terawangan bisa di pelajari layaknya ilmu kekebalan yang mana ilmu ini memakai amalan atau mantra? pada dasarnya ilmu terawangan itu ilmu jenis spiritual, bukan tergantung pada amalan tertentu, informasi lebih jelas tentang penjelasan ini bisa di lihat pada artikelhttp://www.majapahitsakti.com/ilmu-terawangan-apa-dan-mengapa/

Ilmu terawangan ini pada dasarnya sudah di ajarkan pada program pengisian keilmuan di majapahitsakti seperti Syahadat Langit, Hizb Maghrobi Kaf 40, Asmak Bayangan dan Program Guru Supranatural. Namun tidak ada salahnya admin membabarkan mantra / amalan pembuka mata batin atau ilmu terawangan.

Tata Cara :

ada baiknya ilmu pembuka mata batin ini di tirakati atau di puasai untuk mebantu membersihkan sifat angkara murka yang ada dalam hati kita agar mudah menerima nur / cahaya ghaib sehingga mudah bagi kita menguasai ilmu terawangan.

  • Puasa Mutih (disarankan) atau puasa biasa selama 3, 7, 9, 21 atau 41 hari (pilih yang di sukai)
  • Selama puasa amalan di baca sebanyak banyaknya dalam keadaan duduk, jalan atau di segala kegiatan
  • Kurangi komunikasi dengan manusia (jangan suka ngobrol selama puasa)
  • Perbanyak menenangkan diri dan merenungkan sebab – akibat sebuah kejadian
  • Terlebih selama puasa wirid malam sangat dianjurkan

Berikut amalan pembuka mata batin, silahkan pilih salah satu yang di sukai

  • Yaa Alimul Ghoibi Was Syahadah

artinya Wahai Dzat yang mengetahui segala hal tentang perkara ghaib.
Maksud dari dari penjelasan diatas yaitu kita meminta kepada Dzat tertinggi yaitu Alloh SWT untuk memperlihatkan kepada diriki kita tentang hal hal yang bersifat ghaib

  • Laa Tudrikuhul Absor Wahuwa Yudrikul Absor Wahuwa Lathiful Khobir

artinya Dia tidak dapat dilihatoleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala sesuatu yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui
Maksud dari penjelasan diatas bahwa sehebat apapun penglihatan kita tidak akan bisa mengalahkan penglihatan Dzat yang Maha Melihat. Oleh karena itu kita sandarkan ruh jiwa raga kita kepada Dzat yang Maha Esa agar kita diberi anugerah berupa “penglihatan mata batin”

  • Ya Latif / Ya Batin

artinya Wahai Dzat yang Maha Halus
Maksudnya kita memuja, menyebut Asma Alloh yang bersifat halus tidak kasat mata maupun panca indera agar kita di beri kepekaan terhadap segala hal yang bersifat halus tidak terlihat oleh panca indera.

*penjelasan atau arti dari amalan diatas merupakan penjelasan dari sisi spiritual, demi meningkatkan iman dan spiritual kita

Bagaimana cara menggunakannya

Setelah di tirakati jika ingin menggunakannya “tenangkan pikiran, jiwa, raga, sukma, otot saraf di kendurkan, nafsu dalam hati di netralkan, pikiran di selaraskan dengan hati” lalu mulailah niat mau menerawang apa, pejamkan mata baca amalan dengan “setenag tenangnya” hingga anda mendapatkan “gambaran” atau “bisikan” dalam hati terdalam anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *