Berhati Hatilah Dengan Apa Yang Kamu Miliki

stuckSebuah cerita yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, tidak masalah apakah kita memiliki kelebihan dibidang kepandaian maupun kekayaan, entah berupa ilmu maupun benda.

Kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa apa yang di berikan kepada kita entah itu ilmu atau dunia semuanya tak lebih dari titipan dari-NYA

Cerita ini admin ceritakan kembali dari seorang kyai yang bercerita tentang seseorang yang di kenal dengan nama Kang Kholil.

Sekilas asal usul Kang Kholil adalah anak ke empat dari seorang kyai terkenal yaitu Kyai Soleh Sadar, Kyai Soleh Sadar merupakan salah satu guru dari Ibu Kita Kartini (ya ibu Kartini yang menjadi symbol emansipasi wanita Indonesia), Kyai Soleh Sadar adalah satu satunya kyai di jaman zaman tersebut yang mengartikan Alqur-an kedalam bahasa jawa yang nantinya muncul Al qur-an terjemahan berbahasa Indonesia hingga saat ini

Kyai Soleh Sadar memiliki 4 anak, dimana ketiga anaknya diberi kelebihan dan kemudahan dalam urusan dunia, sehingga anak Kyai Soleh ada yang menjabat sebagai pegawai pemerintahan, ada yang menikah dengan pemimpin daerah hingga ada yang menjadi seorang ulama di timur tengah, namun keberuntungan dalam hal dunia tidak menghinggap di diri Kang Kholil anak ke empat Kyai Soleh Sadar, akan tetapi Kang Kholil di beri kelebihan lain dimana kelebihan tersebut tidak dimiliki oleh kebanyakan orang, Kang Kholil diberi kelebihan berupa Ilmu Tajalli atau biasa di kenal dengan Ilmu Laduni, yaitu ilmu bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa, hanya dengan melihat punggung seseorang Kang Kholil bisa melihat masa depan orang tersebut.

Meskipun Kang Kholil bukan ditakdirkan menjadi orang sukses seperti saudara saudaranya, Kyai Soleh Sadar sangatlah bangga dengan Kang Kholil anak terakhirnya, hampir setiap orang yang bertamu di kediamannya, Kyai Soleh Sadar berkata kalau Kang Kholil merupakan anaknya yang termuda sekaligus anaknya yang tertua (muda usianya, tua ilmunya)

Di ceritakan kelebihan Kang Kholil antara lain, pada suatu hari di kampungnya ada seorang perawan tua usianya kira kira 40 tahun namun belum mendapatkan jodoh, saat Kang Kholil bertemu dengannya kang kolil berkata Mbak Yu wajah sampian kelihatan sumringah sekali, mau jadi pengantin ya, sang wanita tersebut pun menjawab ah kang kholil ngeledek mulu neh, mana ada orang mau sama saya kang udah tua kaya gini. Tak disangka tak dinyana dua minggu berselang wanita tersebut dinikahi oleh pengusaha kaya raya.

Satu lagi tetangganya seorang yang memiliki bisnis kontraktor kecil kecilan, setiap kali mengajukan proposal ke perusahaan maupun pemerintah untuk mengajukan kerjasama, selalu kalah dengan para pesaingnya. Hingga suatu saat dia bertemu dengan kang kholil, seperti biasanya kang kholil berkata sesuatu yang sulit di nalar oleh pikiran Kang sampean isi apa aja sakumu, kok penuh dengan batu sama pasir. Tanpa di duga dua bulan kemudian orang tersebut memenangkan tender tingkat provinsi yang otomatis membuat dirinya kaya seketika.

Seringnya kejadian yang dialami oleh tetangganya membuat Kang Kholil secepat kilat dikenal kalangan luas, banyak dari pegawai pemerintahan, pelaku bisnis, menteri hingga orang biasa mendatangi Kang Kholil yang di kenal sakti dan ucapannya ampuh.

Hari hari pun Kang Kholil sibuk di datangi tamu untuk meminta doa kepadanya agar urusannya berhasil, hingga bagi orang kampung hal tersebut menjadi sesuatu yang lumrah jika kampungnya menjadi ramai karena ketenaran Kang Kholil

Banyaknya tamu yang sering datang kerumah Kang Kholil yang sederhana, membuat sang ayah Kyai Soleh Sadar berkata kepada anaknya Kholil. Meskipun kamu hidup berkecukupan tidak seperti saudara saudaramu, aku bangga sama kamu nak, tapi kamu punya sedikit kekurangan, coba kamu cari kekuranganmu dimana, lalu jika bisa kamu perbaiki kekurangan tersebut, Injih ayah jawab kang kholil.

Hari berlalu kang kholil mencari cari kekurangan yang ada pada dirinya, hingga suatu ketika sang ayah meninggal dunia.

Beberapa hari kemudian, Kang Kholil bermimpi bertemu sang ayah, setelah kejadian mimpi tersebut tanpa sebab tanpa pemberitahuan, tanpa meninggalkan pesan ke saudara, keluarga maupun tetangganya, Kang Kholil menghilang tanpa jejak.

Tamu yang berdatangan mencari kang kholil semuanya kembali, karena si empunya rumah tidak ada di tempat, orang kampungpun bertanya tanya kemana perginya kang kholil yang menghilang tanpa jejak, bahkan keluarganya pun tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

Setelah 40 hari berlalu kang kholil pun kembali kerumahnya, secara otomatis kabar kembalinya kang kholil tersebar kemana mana, semua tamu yang dulunya kembali karena tidak bertemu kang kholil, kembali berkunjung ke rumah kang kholil untuk ngalap berkah meminta doa dari kang kholil yang terkenal sakti dan ampuh doanya.

Tapi lama kelamaan rumah kang kholil yang dulunya ramai tamu dari berbagai kalangan menjadi sepi, bahkan terkesan tidak ada tamu lagi yang datang kerumah kang kholil. Jika biasanya kegiatan kang kholil melayani tamu, sekarang kegiatan kang kholil berubah 180 derajat, kegiatannya menjadi imam di mushollah, mengajar ngaji anak anak, berkebun dan jika tidak ada kegiatan tidur, tidak nampak lagi tamu berdatangan di rumahnya.

Sehingga kejadian ini membuat desas desus di sekitar kampungnya, ada yang mengatakan kang kholil ilmunya sudah hilang, ada yang berkata mungkin ketika kang kholil pergi selama 40 hari dia membuang ilmunya, ada yang berkata kang kholil melanggar pantangan ilmunya, ada yang berkata kang kholil sudah tidak sakti dan berbagai desas desus yang berkembang di kampungnya.

Kejadian ini spontan mengusik ketua rt kampung kang kholil, agar tidak terjadi hal hal yang bersifat negative, ketua rt pun bertamu ke rumah kang kholil.

Ketua Rt : Assalamu alaikum

Kang Kholil : Walalaikum salam, oh pak rt, monggo silahkan duduk

Ketua Rt : Begini kang kholil, pertama tama tujuan saya kesini tak lain untuk silaturrahim

Kang Kholil : Njih matur suwun sudah mau bertamu ke rumah saya

Ketua RT : Yang kedua, mau bertanya ke kang kholil sembari meluruskan, soalnya banyak desas desus di luar, kalau kang kholil sekarang tamunya sepi, ada yang berkata kang kholil sudah tidak sakti lagi, ada yang berkata kang kholil membuang kesaktiannya dan berbagai macam desas desus. Apa benar demikian Kang?

Kang Kholil : oh begitu, iya iya saya faham. Begini Pak RT, semua orang pasti mengira kalau saya begini begitu, tapi tidak apa apa, namun biar lurus permasalahannya saya ceritakan kenapa saya seperti sekarang ini.

Di saat kepergiaan saya selama 40 hari, dimalam sebelum itu saya bermimpi bertemu almarhum ayah saya Kyai Soleh Sadar. Dalam mimpi tersebut ayah saya berkata Kholil keliatannya kamu belum menemukan kekuranganmu seperti ucapanku dulu. Kholil anakku sekarang kamu bangun dari tidurmu, kamu cari seseorang di daerah Selo, orang ini bukan orang biasa tetapi orang Agung, dia Auliya Agung, Waliyulloh besar di jaman ini, namanya biasa di panggil Mbah Dirgo, usianya 128 tahun, dia berada di wilayah selo tempatnya seperti perkebunan, belajarlah kamu sama dia agar hidupmu sempurna

Setelah bermimpi tersebut seketika itu saya pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan ke siapa saja untuk melaksanakan perintah almarhum ayah saya. Saya pun berjalan menuju kampung Selo, bertanya kesana kemari tentang keberadaan Mbah Dirgo dengan cirri cirri yang di sebutkan oleh almarhum ayah saya di mimpi. Hampir tiap orang yang saya temui saya tanyakan keberadaan Mbah Dirgo tetapi tidak ada yang tau, bahkan ciri ciri yang saya sebutkan persis sesuai mimpi tidak satupun yang mengenalnya, hampir satu bulan lamanya saya mencari, tetapi tidak satupun yang mengetahui keberadaan Mbah Dirgo.

Saya pun merasa putus asah, karena sudah hampir sebulan lamanya berjalan dari satu kampung ke kampung lain, dari satu desa kedesa lain bahkan desa Selo sendiri tidak ada yang mengenal apalagi tau tentang keberadaan Mbah Dirgo,

Di keputus asaanku waktu itu aku bertemu orang tua berjanggut dengan pakaian lusuh, kumuh seperti gelandangan membawa karung di punggungnya, saya pun bertanya perihal Mbah Dirgo kepada orang tua tersebut. Nak kalo kamu mencari orang dengan ciri ciri yang kamu sebutkan tadi tidak ada, tapi maaf lho ya barangkali kalau saya tidak salah, kamu jalan lurus saja kedepan, nanti sampai pertigaan kamu belok kiri tak jauh dari itu kamu akan masuk ke tempat seperti perkebunan kamu lurus saja, disana nanti kalau tidak salah ada kampung dengan bangunan seperti rumah gubug berjajar, barang kali disitu kamu menemukan yang kamu cari. Njih mbah, matur suwun jawabku berterima kasih ke kakek tadi.

Akupun menyusuri jalan sesuai petunjuk kakek tua tadi, berjalan bertemu pertigaan aku belok kiri sampai di perkebunan aku lurus seperti petunjuk kakek tua tadi, tak lama kemudian aku pun memasuki sebuah perkampungan persis seperti yang dikatakan kakek tua lusuh tadi, Nampak bangunan rumah gubug berjajar, Nampak beberapa orang di gubung tertsebut, hingga pandanganku tertuju pada satu bangunan yang agak besar yaitu Musollah. Ada satu pemandangan yang menarik disini, dimana di mushollah tersebut Nampak seorang anak muda usia kira kira 19-21 tahunan dimana dia di kelilingi oleh orang orang tua berjubah putih layaknya kyai di sekelilingnya.

Ya orang orang tua berjubah putih tersebut belajar mengaji kepada anak muda yang usianya sekitar 19-21 tahunan, apa yang di ucapkan oleh pemuda tersebut sangatlah halus, sangat berkharisma, tutur katanya lembut dan menenangkan jiwa.

Saya pun bertanya dalam hati saya, apa ini Mbah Dirgo yang disebut oleh ayah saya di mimpi, tapi kenapa berbeda dengan yang saya lihat, ayah saya berkata dia Wali Agung, Waliyulloh yang mana usianya sudah 128 tahunan, tapi yang saya lihat hanyalah anak muda dengan rambut masih hitam tak jauh beda dengan anak muda biasanya bahkan dibanding saya, saya nampak lebih tua dari dia.

Daripada saya berfikir yang aneh aneh, saya pun menghadap ke pemuda tersebut dan bertanya apa benar pemuda tersebut bernama Mbah Dirgo, pemuda tersebut berkata apa saya Nampak seperti mbah mbah sambil tersenyum ke saya. Maaf.. apa boleh saya ikut belajar disini tanyaku kepada Mbah Dirgo.

Monggo.. silahkan kita belajar bersama sama jawab mbah dirgo. Saya pun mengambil tempat di kerumunan orang tua berjubah tersebut, mendengarkan ucapan yang keluar dari sang guru terasa tentram, sejuk di kalbu. Hingga akhirnya terbesit di pikiranku untuk melihat jati diri mbah dirgo.

Aku gunakan ilmu yang aku miliki untuk melihat siapa mbah dirgo sebenarnya, aku perhatikan di punggungnya tidak nampak apa apa kecuali putih, aku beralih melihat di dadanya untuk melihat siapa sang guru hasilnya juga sama tidak nampak apa apa, aku pun mulai melihat di atas kepalanya untuk mencari tau apa yang dipikirannya lagi lagi saya tidak bisa melihat apa apa, berbeda jika saya melihat punggung orang lain aku bisa melihat masa depannya atau masa lalunya, jika aku melihat dada seseorang aku bisa melihat apa yang di ucapkan oleh hatinya, jika aku melihat kepalanya aku bisa tau apa yang di pikirannya. Akan tetapi aku melihat Mbah Dirgo semuanya kosong tidak nampak apa apa.

Hingga akupun tanpa sedar melihat kening mbah dirgo, alangkah kagetnya saya, antara percaya dan tidak saya melihat di dahi Mbah Dirgo muncul tulisan AHLI NERAKA, saya pun memperhatikan dengan seksama atas apa yang saya lihat dan ternyata benar di dahi Mbah Dirgo muncul tulisan AHLI NERAKA.

Seketika itu pikiran saya dan hati saya bentrok, campur aduk tidak karu karuan, saya pun mulai tidak bisa fokus atas apa yang saya lihat tadi. Akhirnya sayapun berinisiatif menyelidiki siapa sebenarnya mbah dirgo tersebut.

Selesai belajar bersama orang tua berjubah putih, saya mulai bertanya ke murid murid mbah dirgo mengenai siapa sebenarnya mbah dirgo, tapi saya tidak mendapatkan jawaban yang pas. Saya pun bertanya kepada murid murid di tempat itu tentang kegiatan sehari hari Mbah Dirgo, wiritan atau ilmu yang di miliki mbah dirgo hingga apa yang di perbuat mbah dirgo.

Akan tetapi jawabannya simpang siur, ada yang berkata Mbah Dirgo tidak punya ilmu, ada yang berkata amalannya seperti orang biasa habis solat wiridan biasa kayak orang umum, ada yang berkata mbah dirgo pada satu malam berganti baju putih terus berjalan ke perkebunan lalu melakukan tapa brata (semedi) di bawah pohon besar dan berbagai jawaban lainnya.

Hingga pada malam hari saya merenung di depan gubug dan bertanya tanya siapa sebenarnya mbah dirgo, sampai di dahinya terdapat tulisan AHLI NERAKA. Dalam lamunanku aku di kagetkan dengan suara mbah dirgo yang ternyata ada di sampingku. Belum tidur kamu kholil? tanya mbah dirgo, Belum mbah jawabku.

Ayo ikut aku jalan jalan ajak mbah dirgo. Njih mbah jawabku. Mbah dirgopun masuk ke kamarnya sebentar, lalu keluar dengan penampilan nyentrik, bajunya kinclong, rambutnya klimis, pake wewangian persis seperti kelaukan anak muda yang hendak berkunjung ke rumah pacarnya.

Tanpa sepatah kata akupun mengikuti mbah dirgo dari belakang dengan penuh tanda tanya, mau kemana mbah dirgo malam malam keluyuran pakai pakain nyentrik, persis kayak abg mau kencan. Di keheningan malam aku berjalan di belakang mbah dirgo menyurusi jalan setapak, hingga akhirnya mbah dirgo tiba tiba menghilang tepat di hadapanku. Aku pun menoleh kiri kanan depan belakang barangkali mbah dirgo ada, ternyata mbah dirgo benar benar hilang bak hantu yang muncul lalu hilang dalam sekejap.

Aku mencari cari mbah dirgo, tak jauh dari tempatku tadi nampak sebuah warung kopi, apa mungkin mbah dirgo di warung tersebut pikirku, lagipula ngapain juga mbah dirgo di warung kopi, dimana warung tersebut tampak orang orang lagi ngopi sambil ngobrol, dan nampak penjual kopi seorang wanita sebaya dan wanita muda dengan makeup tebal mirip orang mau main ludruk.

Ternyata benar Mbah Dirgo berada di warung kopi tersebut, sampil melambaikan tangan ke arahku mbah dirgo berkata kholil sini, ayo ngopi sini, aku pun menuju warung kopi tersebut, disana mbah dirgo memperkenalkan aku kepada orang orang yang ada di warung tersebut.

Aku masih tidak habis pikir mbah dirgo ngapain ngopi di tempat ini dimana penjualnya wanita bermakeup tebal kaya orang main ludruk, tapi aku lihat mbah dirgo nampak enjoy dengan semua itu, mbah dirgo berbincang bincang kepada orang orang di tempat itu seolah olah mereka sudah akrab dan layaknya teman, sambil beberapa kali tertawa ngobrol ngalor ngidul sesekali ngerokok, persis seperti orang lagi nongkrong.

Hingga akhirnya mbah dirgo berkata Kholil dah mau subuh nih, balik yuk, Iya mbah jawabku. Sek bentar, kalau kita balik lewat jalan kita kesini tadi waktunya gak cukup, sudah hampir subuh nanti telat jamaah solat subuhnya, kita lewat jalan pintas saja kata mbah Dirgo. Iya mbah terserah mbah dirgo saja yang tau jalannya jawabku.

Akupun mengikuti mbah dirgo dari belakang karena mbah dirgo yang tau jalannya, tak lama kemudian kami berdua sampai di tepi sungai, ya kampung kami tak jauh dari sebrang sungai tersebut. Ayo kholil lewat sini ucap mbah dirgo sambil berjalan diatas sungai. Ya. Mataku terbelalak terkejut, mbah dirgo berjalan diatas sungai layaknya orang berjalan di daratan, karena mbah dirgo sudah sampai di seberang sungai, mau tidak mau akupun mengikuti jalan mbah dirgo dan byurrrrr ternyata aku tidak bisa berjalan diatas sungai seperti mbah dirgo, mau tak mau akupun berenang menyebang sungai dimana mbah dirgo menantiku di seberang sungai.

Dengan tubuh menggigil udara malam bercampur basah kuyup selepas berenang di sungai, akupun menghampiri mbah dirgo.

Sudah ketemu apa yang kamu cari tanya mbah dirgo kepadaku, tanpa berkata apa apa aku menundukkan wajahku merasa malu dihadapan mbah dirgo sambil menggigil menahan dingin. Kholil kamu tau kenapa kamu saya ajak ke warung tadi, agar kamu belajar, Orang orang di warung tadi adalah orang orang miskin, orang biasa dengan kehidupan layaknya orang biasa, kesehariannya bekerja di sawah, malam hari di warung sambil ngopi becanda sesamanya, mereka melakukan itu sebagai aktifitas, tapi kamu tau kelebihan mereka di banding kamu atau aku, mereka tidak punya rasa sombong, apa yang hendak mereka sombongkan, ilmu mereka tidak punya karena mereka orang awam, kekayaan juga tidak punya, sedangkan kamu atau aku itu tidak lebih baik dari orang orang di warung tadi ucap mbah dirgo lembut

Aku pun makin nunduk merasa malu. aku tau kenapa kamu disini, kamu bermimpi didatangi oleh ayahmu untuk mencariku dan belajar kepadaku, akan tetapi niatmu berubah sejak kamu melihat di dahiku ada tulisan AHLI NERAKA ucap mbah dirgo makin membuatku malu, karena mbah dirgo tau semua apa yang aku lakukan padahal aku tidak pernah bercerita ke siapapun sebelumnya.

Kholil. Hati hatilah kholil, hati hatilah, bener hati hatilah (ucapan hati hatilah diulang bolak balik sambil menekankan kalimat ini) kamu di beri kelebihan oleh Alloh bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, itu sebuah anugerah tetapi juga sebuah kutukan, hati hatilah kholil terhadap kelebihanmu.Ingat kholil ada 3 hal dosa yang tidak pernah dimaafkan oleh Alloh SWT, Orang yang durhaka sama kedua orang tuanya, Syirik dan Sombong. Ucap mbah dirgo

Orang seperti kamu dan aku bisa tanpa sadar sewaktu waktu akan membuat dirimu menjadi sombong, berhati hatilah dengan hal ini karena sombong merupakan salah satu dosa yang tidak bisa dimaafkan oleh Alloh SWT.Mengenai kamu melihat di dahiku ada tulisan AHLI NERAKA, aku gak peduli akan hal itu, terserah Alloh kelak mau menempatkanku dimana, apakah surga atau neraka, itu semua tidak penting bagiku, yang aku cari hanyalah Rahmat Alloh, Ridho Alloh, hidupku ibadahku hanya mencari Rahmat-NYA selain itu aku tidak peduli akan jadi apa diriku kelak Jadi.. berhati hatilah kholil, berhati hatilah dengan kelebihanmu ucap mbah dirgo diiringi menghilangnya sosok mbah dirgo, ya.. lagi lagi mbah dirgo lenyap menghilang di hadapanku.

Aku pun merasa malu, dengan diriku, dan bertanya tanya bagaimana bisa mbah dirgo mengetahui semua tentang diriku. Dengan kondisi basah kuyup dan badan menggigil akupun menusuri jalan setapak menuju padepokan mbah dirgo. Lagi lagi akupun terkejut dengan pemandangan yang aku lihat, padepokan mbah dirgo lenyap., rumah gubug berjajar, kampung tempat mbah dirgo lenyap yang ada hanyalah perkampungan biasa dengan rumah tembok dan masjid yang megah.

Akupun bertanya kepada penduduk setempat dimana rumah gubug, padepokan mbah dirgo semua orang menjawab tidak tau, mereka tidak tau menau tentang apa yang aku bicarakan seolah olah aku seperti orang gila dihadapan mereka.

Dengan jalan lunglai seakan tidak percaya dengan yang aku alami, aku bertemu lagi dengan kakek lusuh yang menunjukkan aku dimana letak mbah dirgo waktu itu. Nak ini kamu pakai, sembari mengeluarkan baju dari karungnya, gantilah bajumu dengan ini, ini baju untukmu pesan dari mbah dirgo kata kakek lusuh tersebut. Aku pun tercengang ternyata kakek lusuh tersebut kenal dengan mbah dirgo. Nak pulanglah, kamu gak usah mencari mbah dirgo lagi, kata mbah dirgo kamu sudah dapat ilmu sangat banyak ucap kakek tersebut lalu diapun menghilang persis seperti mbah dirgo menghilang sekejap mata.

Ketua RT : #@$#%$%^%$$ (dalam hati berkata begitu kejadiannya)

Kang Kholil : Itulah kenapa sekarang aku seperti ini, inilah pesan almarhum ayahku mengenai kekuaranganku, jadi sampaikan ke seluruh warga biar tidak ada lagi desas desus mengenai diriku J

Ketua RT : Njih.. kang, sembari berpamitan

Menutup cerita ini, tidak peduli siapa dirimu, tidak peduli seberapa pintar dirimu, tidak peduli berapa kekayaanmu, jika itu bisa membuatmu menjadi sombong dan lupa diri, ingat pesan mbah dirgo kepada kang kholil BERHATI HATILAH sebab Alloh tidak pernah mengampuni orang yang melakukan 3 dosa yaitu SOMBONG, SYIRIK serta DURHAKA KEPADA ORANG TUA

Semoga siapa saja yang membaca artikel ini diberi rahmat oleh Alloh dan di jauhkan dari sifat sombong. Amienn Ya Robbal Alamien.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *